Pria Residivis di Batam Pengaruhi Dua Remaja Jadi Begal

BATAM, iNewsBatam.id - Dua remaja pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) di Batam, Kepulauan Riau, bebas dari jeratan hukum setelah melalui proses Restorative Justice (RJ) atau keadilan restoratif.
Berdasarkan keterangan polisi, kedua remaja tersebut, WA (14) dan AA (17), dipengaruhi oleh Aries Saputra (30), yang kini dijebloskan ke penjara.
Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang, mengungkapkan bahwa kedua pelaku yang masih di bawah umur dibebaskan setelah tercapai kesepakatan dengan pihak korban.
"Keduanya merupakan anak putus sekolah yang terjerumus dalam pergaulan yang salah," ujar Bimo dalam konferensi pers di Mapolsek Batuaji, Selasa (25/2/2025) sore.
WA dan AA melakukan pembegalan terhadap tiga remaja di kawasan Sagulung pada Selasa (28/2/2025) sekitar pukul 20.00 WIB.
Saat itu, korban PH (16) sedang berkendara bersama dua temannya, V (16) dan R (16), menggunakan sepeda motor Yamaha Mio M3 dari Kavling Dapur 12 menuju Kavling Seroja, Kecamatan Sagulung.
Di tengah perjalanan, korban dipepet oleh pelaku yang mengendarai sepeda motor dan dipaksa mengikuti mereka. "Korban diancam akan dipukul jika tidak menurut, sehingga mereka terpaksa mengikuti para pelaku," jelas Bimo.
Sesampainya di Jalan Bintang, Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, korban kembali diberhentikan di lokasi yang gelap dan sepi. Di bawah ancaman, harta benda mereka dirampas.
"Pelaku bahkan menodongkan kunci motor ke leher korban dan sempat melakukan pemukulan," tambahnya.
Dalam aksi ini, pelaku berhasil membawa kabur sepeda motor korban, satu unit iPhone, serta ponsel Vivo milik ketiga korban.
Polisi yang menerima laporan langsung bertindak cepat dan menangkap Aries Saputra di sebuah kos-kosan di kawasan Bukit Senyum, Kecamatan Batuampar.
"Sepeda motor dan ponsel Vivo korban masih dalam pencarian. Berdasarkan pengakuan pelaku, barang-barang tersebut belum dijual," kata Bimo.
Aries Saputra mengakui bahwa ia telah merencanakan aksi tersebut bersama kedua rekannya. Sebelum beraksi, mereka lebih dulu berunding untuk menentukan target.
"Kami sempat berdiskusi. Saya yang mengusulkan dan merencanakan," ungkap Aries, residivis kasus curas yang sebelumnya pernah ditangkap Polsek Sei Beduk.
Pria tersebut mengincar korban yang lemah, seperti anak di bawah umur atau perempuan, agar tidak mendapat perlawanan.
Akibat perbuatannya, Aries Saputra dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan terancam hukuman sembilan tahun penjara.
Editor : S. Widodo