Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kunci Keberlanjutan Bisnis Dimulai dari Manajemen Kesehatan Karyawan yang Tepa
Advertisement . Scroll to see content

Waspada! Lima Makanan Ini Bisa Memicu Pikun dan Gangguan Fungsi Otak

Senin, 14 April 2025 | 11:01 WIB
  • author Diana Rafika Sari
Waspada! Lima Makanan Ini Bisa Memicu Pikun dan Gangguan Fungsi Otak
Konsumsi alkohol sumbang berlebihan bisa memicu gangguan fungsi otak. (Foto: Okezone)


Namun, tak semua makanan bersahabat dengan otak. Berikut lima jenis makanan yang perlu dihindari karena berpotensi mempercepat penurunan daya ingat dan memicu gangguan fungsi otak, seperti dilansir dari Times of India, Senin (14/4/2025):

1. Makanan Olahan

Makanan siap saji seperti nugget, mi instan, dan camilan kemasan umumnya tinggi gula tambahan, lemak jenuh, dan garam. Kandungan ini dapat memicu peradangan di otak dan dalam jangka panjang menurunkan kemampuan berpikir.

2. Minuman Manis

Minuman seperti soda, teh manis kemasan, dan minuman energi menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara drastis. Selain merusak metabolisme tubuh, kondisi ini juga mempercepat kerusakan sel saraf di otak.

3. Alkohol

Konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang telah terbukti merusak jaringan otak dan mengganggu memori serta kemampuan belajar. Meski konsumsi sesekali mungkin tidak berdampak besar, konsumsi rutin dalam jumlah tinggi berbahaya.

4. Daging Merah dan Olahan

Daging merah, terutama yang telah diproses seperti sosis dan daging asap, dikaitkan dengan peningkatan risiko penurunan fungsi otak. Pola makan tinggi daging olahan dapat meningkatkan risiko demensia.

5. Biji-bijian Olahan dan Gula Tambahan

Makanan seperti roti putih, nasi putih, dan produk tinggi gula seperti yang mengandung sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS), dapat menyebabkan fluktuasi tajam kadar gula darah, berdampak buruk bagi otak. Lemak trans dari margarin atau makanan gorengan juga dapat mengganggu memori.

Editor: S. Widodo

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut