Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kurir Sabu Jaringan Malaysia Ditangkap di Karimun, Upah Rp2 Juta Sekali Kirim
Advertisement . Scroll to see content

Sindikat Mafia Tanah Gunakan Website Palsu dan Tinta UV, Tipu Ratusan Warga Kepri

Kamis, 03 Juli 2025 | 12:24 WIB
  • author Pratamayude
Sindikat Mafia Tanah Gunakan Website Palsu dan Tinta UV, Tipu Ratusan Warga Kepri
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menunjukkan dokumen sertifikat tanah palsu yang dibuat oleh komplotan pemalsu. (Foto: Yude/iNews.id)

BATAM, iNewsBatam.id - Polda Kepulauan Riau mengungkap sindikat mafia tanah berteknologi tinggi yang menipu ratusan warga di Batam, Tanjungpinang, dan Bintan.

Modus mereka tak lagi konvensional: mulai dari dokumen palsu, barcode digital, hingga website tiruan menyerupai situs resmi Kementerian ATR/BPN digunakan untuk meyakinkan korban.

Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin menyebut sindikat ini bukan sekadar pemalsuan biasa. “Mereka pakai seragam resmi, bikin barcode, bahkan bikin website mirip punya pemerintah,” kata Asep saat konferensi pers di Batam, Kamis (3/7/2025).

Kerugian ditaksir mencapai Rp 16,8 miliar, dengan total korban 247 orang, sebagian besar dari wilayah Bintan. Situs palsu yang digunakan untuk mendukung penipuan adalah www.sentuhtanahku.id, lengkap dengan cloud storage tempat menyimpan sertifikat palsu versi digital.

Pelaku utama, ES (28), mengaku sebagai pejabat Kementerian ATR/BPN. Ia mematok tarif Rp 30 juta hingga Rp 1,5 miliar per sertifikat.

Dibantu MR dan ZA yang berpura-pura sebagai juru ukur resmi, hasil pengukuran kemudian dikirim ke RAZ, desainer sertifikat palsu yang mencetak dokumen dengan printer khusus, kertas Garuda dari lokapasar (market place), dan tinta UV.

“Kalau discan, barcode-nya mengarah ke situs palsu itu. Jadi seolah-olah sertifikatnya asli,” kata Dirkrimum Polda Kepri, Kombes Ade Mulyana.

Editor: Gusti Yennosa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut