Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kelompok Yahudi Gelar Ritual Sembelih Sapi Merah untuk Rebut Masjid Al Aqsa saat Idul Fitri?
Advertisement . Scroll to see content

Mossad Tolak Operasi Darat, Serangan Israel ke Qatar Gagal Tewaskan Pemimpin Hamas

Selasa, 16 September 2025 | 09:34 WIB
  • author Andika Hendra Mustaqim
Mossad Tolak Operasi Darat, Serangan Israel ke Qatar Gagal Tewaskan Pemimpin Hamas
Intelijen Israel, Mossad. (Foto: ist)

DOHA - Upaya Israel untuk membunuh para pemimpin Hamas di Qatar menghadapi pengawasan ketat setelah laporan menyebut badan intelijen Mossad menolak melaksanakan operasi darat. Penolakan itu disebut menjadi faktor gagalnya serangan udara Israel yang tidak mengenai target utama.

Menurut laporan Washington Post, Mossad sebenarnya telah menyiapkan rencana pembunuhan rahasia di Doha dalam beberapa pekan terakhir. Namun, Kepala Mossad David Barnea menentang rencana itu.

Ia menilai serangan terhadap para pemimpin Hamas di pengasingan hanya akan merusak negosiasi penyanderaan yang sedang berlangsung serta membahayakan hubungan sensitif Israel dengan Qatar, mediator penting gencatan senjata.

Serangan Israel Jadi Bumerang

Sebagai gantinya, Israel meluncurkan serangan udara. Namun, hasilnya dianggap gagal. Hamas mengklaim para pemimpin senior mereka selamat, sementara korban jiwa hanya menimpa anggota tingkat rendah dan seorang penjaga asal Qatar.

Qatar langsung mengutuk serangan tersebut. Perdana Menteri Qatar menyatakan perundingan gencatan senjata tidak lagi “valid”.

Kondisi ini membuat keluarga sekitar 20 sandera di Gaza khawatir Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru menghancurkan peluang kesepakatan.

Hubungan Israel dengan Amerika Serikat pun ikut terguncang. Presiden Donald Trump mengatakan ia “sangat tidak senang” dengan operasi itu. Netanyahu yang berharap menuai citra kemenangan, justru menghadapi kemarahan publik di dalam negeri serta tekanan internasional.

Dukungan dan Penolakan di Tubuh Pemerintahan Israel

Meski Mossad menolak, beberapa pejabat Israel tetap mendorong operasi tersebut. Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant, Menteri Urusan Strategis Ron Dermer, hingga pejabat Shin Bet dilaporkan mendukung serangan.

Namun, sebagian besar lembaga pertahanan, termasuk Kepala Staf Angkatan Pertahanan Eyal Zamir dan Penasihat Keamanan Nasional Tzachi Hanegbi, menyarankan penundaan. Mereka menilai risiko terhadap sandera di Gaza terlalu besar.

Nitzan Alon, ketua tim negosiasi sandera Israel, bahkan disebut tidak dilibatkan dalam pertemuan, karena diasumsikan bakal menolak operasi tersebut.

Editor: Gusti Yennosa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut