get app
inews
Aa Text
Read Next : Respons soal Aksi Massa Pulau Kasu, Ketua LIRA Kepri: Ada yang Merasa Terganggu

Warga Pulau Kasu Bantah LSM LIRA soal Tudingan Proyek Siluman Jalan Lingkar Pantai

Kamis, 18 Juni 2026 | 14:22 WIB
header img
Warga Pulau Kasu memberikan keterangan alasan marahnya mereka ke Gubernur LIRA Kepri, Yusril Koto terkait tudingan proyek siluman. (Foto: Yude/iNews.id)

BATAM, iNewsBatam.id – Warga Pulau Kasu, Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam, membantah tudingan adanya proyek siluman dalam pembangunan batu miring yang menjadi bagian dari proyek jalan lingkar pantai di wilayah mereka.

Masyarakat menilai proyek tersebut merupakan kebutuhan mendesak yang telah lama diperjuangkan karena berkaitan langsung dengan akses transportasi serta perlindungan kawasan pesisir dari ancaman abrasi.

Ketua Forum RT/RW Kelurahan Kasu, Dani, mengatakan pembangunan batu miring yang kini menjadi sorotan publik merupakan bagian penting dari pembangunan jalan lingkar pantai yang selama ini dinantikan warga.

Menurutnya, masyarakat Pulau Kasu selama bertahun-tahun harus melintasi jalur berbukit yang menyulitkan aktivitas sehari-hari, terutama dalam mobilitas barang dan jasa.

“Batu miring itu untuk jalan lingkar pantai. Selama ini kami naik bukit turun bukit. Dengan adanya jalan pesisir ini mobilitas barang dan jasa menjadi lebih mudah. Batu miring juga penting supaya jalan tidak terkikis abrasi,” ujar Dani, Kamis (18/6/2026).

Ia menjelaskan, batu miring tidak hanya berfungsi sebagai penahan badan jalan, tetapi juga menjadi pelindung garis pantai yang selama ini rentan diterjang gelombang laut dan abrasi.

Hal senada disampaikan tokoh pemuda Pulau Kasu, M. Syahrir. Ia menyebut pembangunan jalan lingkar pantai dan batu miring merupakan aspirasi masyarakat yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun.

Bahkan, sebelum mendapatkan dukungan pemerintah, warga beberapa kali berinisiatif melakukan pembangunan secara swadaya demi meningkatkan aksesibilitas antarwilayah di pulau tersebut.

Syahrir mengaku khawatir tudingan yang berkembang tanpa penjelasan yang jelas dapat mengganggu kelanjutan proyek yang saat ini telah memasuki tahap akhir pengerjaan.

“Kalau memang ada masalah, kami minta tunjukkan di mana letak masalahnya. Jangan main tuduh saja. Kami tidak tahu soal anggaran, tapi yang kami tahu proyek ini sangat berguna bagi masyarakat dan jangan sampai gagal karena pernyataan yang tidak jelas,” katanya.

Selain membantah tudingan proyek siluman, warga juga menepis isu terkait dugaan tunggakan pembayaran material proyek.

Pemilik toko material PT Logam Jaya Sejahtera, Rika, memastikan seluruh pembayaran material yang digunakan dalam proyek tersebut telah diselesaikan sejak Mei 2026.

“Saya sendiri tidak pernah cerita soal itu ke siapa pun selain ke suami saya. Memang ada tagihan, tapi sudah selesai semuanya pada 21 Mei kemarin,” ujarnya.

Rika menjelaskan perusahaannya memasok material proyek dengan nilai sekitar Rp300 juta dan seluruh kewajiban pembayaran telah dilunasi oleh pihak pemesan.

Sebelumnya, Gubernur LSM LIRA Kepri, Yusril Koto, mempertanyakan proyek batu miring di Pulau Kasu yang nilainya disebut mencapai sekitar Rp4,2 miliar.

Namun bagi masyarakat setempat, pembangunan tersebut merupakan proyek yang telah lama dinantikan karena diyakini mampu memperlancar akses transportasi warga sekaligus melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi yang selama ini menjadi persoalan di Pulau Kasu.

Editor : Gusti Yennosa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut