Massa Pulau-Pulau Batam Desak Ketua LIRA Kepri Minta Maaf, Siapkan Laporan ke Polisi
BATAM, iNewsBatam.id – Ratusan warga dari sejumlah wilayah hinterland Kota Batam menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor LIRA Kepulauan Riau (Kepri), Batam Kota, Senin (15/6/2026).
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan lima tuntutan, termasuk mendesak Ketua LIRA Kepri, Yusril Koto, meminta maaf secara terbuka dan dicopot dari jabatannya.
Aksi yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga 11.20 WIB itu merupakan respons atas pernyataan Yusril Koto di media sosial yang menyebut adanya dugaan "proyek siluman" di kawasan Pulau Kasu.
Massa yang mengatasnamakan masyarakat pulau-pulau di Kota Batam menilai pernyataan tersebut telah mencemarkan nama baik masyarakat pesisir serta memicu keresahan di tengah warga.
Tokoh masyarakat Pulau Kasu, Jayalaksana, mengatakan aksi digelar karena hingga saat ini Yusril Koto dinilai belum memberikan klarifikasi maupun permintaan maaf atas pernyataan yang telah beredar luas di media sosial.
"Kami datang ke sini karena ada pernyataan yang menyebut adanya proyek siluman. Bagi kami masyarakat pulau, itu merupakan tuduhan yang harus dipertanggungjawabkan," ujar Jayalaksana saat berorasi.
Menurutnya, masyarakat sebelumnya telah membuka ruang dialog dan memberikan kesempatan kepada Yusril Koto untuk menjelaskan maksud dari pernyataan tersebut. Namun hingga kini warga mengaku belum menerima tanggapan.
Editor: Gusti Yennosa