Kualitas Udara Batam Tak Sehat, Kabut Asap Diprediksi Bertahan hingga Oktober
BATAM, iNewsBatam.id - Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Kondisi ini diprediksi bertahan hingga awal Oktober 2026 seiring minimnya curah hujan yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Forecaster BMKG Kota Batam Ibnu Susilo mengatakan kondisi kemarau yang terjadi saat ini membuat potensi kebakaran lahan dan hutan meningkat. Fenomena El Nino turut memperkuat kondisi kering tersebut.
"Curah hujannya sangat rendah. Jadi untuk terjadinya kebakaran lahan atau hutan itu potensinya sangat besar," kata Ibnu, Selasa (15/9/2026).
Menurut Ibnu, asap yang menyelimuti Batam tidak seluruhnya berasal dari wilayah setempat. Sebagian asap merupakan kiriman dari Kabupaten Lingga dan wilayah Sumatra bagian selatan.
BMKG juga mendeteksi lima titik panas atau hotspot di wilayah Kepri. Sebanyak satu hotspot berada di Lingga, sedangkan empat lainnya terpantau di Kabupaten Natuna.
Penumpukan asap turut memengaruhi kualitas udara di Batam. Konsentrasi PM10 yang terukur melalui alat pemantau partikulat BMKG berada pada kisaran 60-80 mikrogram per meter kubik.
Angka tersebut berada di atas standar udara sehat yang disebut berada di bawah 30 mikrogram per meter kubik. Kondisi itu membuat masyarakat perlu mewaspadai paparan asap, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Kabut asap juga berdampak terhadap jarak pandang. Visibility di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam dilaporkan menyusut pada kisaran 4.000-5.000 meter.
Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas transportasi udara jika jarak pandang terus menurun. Masyarakat yang berkendara di tengah kondisi berkabut juga diminta meningkatkan kewaspadaan.
BMKG mengimbau warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat juga diminta mengurangi paparan asap dan lebih berhati-hati ketika berkendara.
Warga yang mulai mengalami keluhan atau gangguan pernapasan diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Dengan kondisi cuaca yang masih kering dan curah hujan yang rendah, potensi kabut asap diperkirakan masih perlu diwaspadai hingga memasuki awal Oktober.
Editor: Gusti Yennosa