Erry Syahrial: Anak-anak Tak Seharusnya Turun ke Jalan untuk Dukung MBG
BATAM, iNewsBatam.id – Keterlibatan ribuan pelajar dalam pawai dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam menuai sorotan.
Pemerhati anak menilai aksi tersebut berpotensi mengarah pada eksploitasi anak dan menimbulkan risiko keselamatan karena melibatkan peserta dari kalangan pelajar.
Pemerhati Anak, Erry Syahrial, menilai kegiatan yang digelar di Batam itu lebih menyerupai aksi penyampaian aspirasi dibanding sekadar pawai biasa. Menurutnya, anak-anak merupakan kelompok rentan yang tidak seharusnya dilibatkan dalam kegiatan yang mengandung unsur demonstrasi.
"Kalau pawai untuk merayakan suatu kegiatan itu hal yang biasa dan anak-anak sering dilibatkan. Namun jika turun ke jalan untuk menyampaikan tuntutan atau aspirasi seperti demonstrasi, dari sudut pandang perlindungan anak hal itu tidak tepat," ujar Erry Syahrial, Minggu (21/6/2026).
Ia menegaskan, pelajar tidak perlu turun langsung ke jalan untuk menyampaikan pendapat. Selain berisiko terhadap keselamatan, pengawasan terhadap ribuan peserta juga dinilai sulit dilakukan secara optimal meskipun didampingi oleh orang dewasa.
Menurutnya, siswa masih memiliki berbagai saluran yang lebih tepat untuk menyampaikan aspirasi, seperti melalui Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) maupun forum-forum pendidikan yang tersedia di lingkungan sekolah.
"Ada aturan dari pemerintah yang melarang pelajar terlibat dalam aksi demonstrasi di jalanan," katanya.
Erry juga menyoroti polemik seputar Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini berkembang di ruang publik.
Ia menilai isu tersebut memiliki dimensi politik yang cukup kuat sehingga anak-anak tidak seharusnya dilibatkan dalam perdebatan yang berpotensi memunculkan kelompok pro dan kontra.
"Memang program MBG menyangkut kepentingan anak-anak karena mereka yang merasakan langsung manfaatnya. Namun jangan sampai mereka dijadikan alat dalam kepentingan politik tertentu," ujarnya.
Ia menilai kebijakan yang mendorong atau membuka ruang bagi pelajar untuk turun ke jalan menyampaikan aspirasi tidak tepat diterapkan saat ini.
Karena itu, keterlibatan anak dalam kegiatan serupa perlu dicegah agar tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Erry juga meminta Pemerintah Kota Batam maupun BP Batam konsisten dalam menerapkan prinsip perlindungan anak dan tidak menggunakan standar yang berbeda dalam menyikapi keterlibatan pelajar pada kegiatan di ruang publik.
"Kalau memang ini demonstrasi, anak-anak seharusnya tidak dilibatkan. Cukup orang dewasa yang menyampaikan aspirasi. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi," katanya.
Editor : Gusti Yennosa