Jejak Karier Kompol Debby Tri Andrestian: Dari Kotabumi ke Batam, Pin Emas Kapolri hingga Sespimmen
BATAM, iNewsBatam.id - Perjalanan karier seorang perwira polisi jarang berlangsung lurus. Ada pilihan yang harus diambil, penugasan yang harus dijalani, dan pembuktian yang berlangsung dari waktu ke waktu.
Jejak itu tampak dalam perjalanan Kompol M. Debby Tri Andrestian. Berawal dari Kotabumi, Lampung Utara, putra keluarga sederhana ini menapaki karier kepolisian melalui Yogyakarta dan Jakarta, menangani sejumlah perkara besar, hingga akhirnya dipercaya memimpin Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang.
Kini, perjalanan tersebut memasuki babak baru. Debby mengakhiri tugasnya sebagai Kasat Reskrim Polresta Barelang dan dimutasi sebagai Analis Kebijakan Pertama Bidang Binopsnal Ditreskrimum Polda Kepri untuk mengikuti Pendidikan Sespimmen Polri Tahun Anggaran 2026.
Posisinya di Polresta Barelang digantikan Kompol Agung Tri Poerbowo, yang sebelumnya menjabat Kanit 1 Subdit 3 Ditreskrimum Polda Kepri.
Nama Debby tercantum dalam daftar peserta didik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 pada laman resmi Sespim Polri. Ia juga masuk jalur khusus peserta penerima Penghargaan Kapolri, sebuah jalur yang diperuntukkan bagi personel berprestasi.
Perjalanan menuju Sespimmen itu tidak datang tiba-tiba. Di tengah kariernya, Debby pernah dipandang sebelah mata oleh sebagian orang.
Namun rangkaian penugasan dan prestasi yang diraihnya kemudian menjadi jawaban tersendiri. Kariernya melesat bak bintang.
Dari Kotabumi, ia bergerak menuju Yogyakarta, Jakarta, hingga Kepulauan Riau. Dari lapangan penyidikan, pengungkapan narkotika, hingga memimpin penanganan perkara kriminal di Batam.
Lahir dari keluarga sederhana
Debby lahir di Kotabumi, Lampung Utara, pada 1990. Ayahnya seorang pegawai negeri sipil, sedangkan ibunya berprofesi sebagai guru.
Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 4 Tanjung Aman, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 7 Tanjung Aman. Setelah itu ia bersekolah di SMA Negeri 1 Bandar Lampung dan lulus pada 2008.
Selepas SMA, Debby diterima di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Namun sekitar satu tahun menjalani perkuliahan, ia memilih meninggalkan bangku kuliah demi mengejar cita-cita menjadi anggota Polri.
Keputusan tersebut membawanya masuk Akademi Kepolisian. Pada 2012, ia lulus dengan pangkat Inspektur Polisi Dua.
Pendidikan akademiknya berlanjut di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) hingga meraih gelar S.I.K. Ia kemudian kembali ke UGM untuk menempuh pendidikan magister hukum dan memperoleh gelar M.H.
Pilihan meninggalkan Fakultas Hukum UGM menjadi titik awal perjalanan panjangnya di institusi kepolisian.
Editor : Gusti Yennosa