Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sidak Ombudsman di Lapas Perempuan Batam Ungkap Koperasi Mahal dan Pungli
Advertisement . Scroll to see content

Ombudsman Temukan Bayi di Lapas Perempuan Batam Belum Dapat Imunisasi

Rabu, 30 September 2026 | 13:27 WIB
  • author Loberto Boli
Ombudsman Temukan Bayi di Lapas Perempuan Batam Belum Dapat Imunisasi
Ombudsman menyoroti kondisi hunian dan pemenuhan kebutuhan dasar di Lapas Perempuan Kelas IIB Batam. (Foto: ist)

BATAM, iNewsBatam.id - Ombudsman RI menyoroti kondisi lima bayi yang ikut tinggal bersama ibu mereka di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Batam.

Temuan itu terungkap saat Ombudsman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Lapas Perempuan Batam pada Kamis (17/9/2026).

Pengawasan tersebut juga menemukan persoalan kelebihan kapasitas dan sejumlah fasilitas dasar yang belum memenuhi standar.

Anggota Ombudsman RI Syafrida Rachmawati Rasahan kemudian memaparkan hasil pengawasan tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Syafrida mengungkapkan, Lapas Perempuan Batam yang idealnya menampung sekitar 90 warga binaan saat ini dihuni sekitar 321 orang.

Kondisi overcrowding tersebut turut berdampak pada warga binaan yang tinggal bersama anak mereka. Ombudsman mencatat terdapat lima bayi yang ikut berada di dalam lingkungan lapas bersama ibu masing-masing.

"Ada anak dari warga binaan yang belum mendapatkan fasilitas berupa susu, popok, hingga imunisasi. Belum ada Puskesmas terdekat yang datang ke lapas untuk mengimunisasi anak tersebut," terang Syafrida.

Selain persoalan pemenuhan kebutuhan bayi, Ombudsman juga menemukan kondisi kamar hunian yang padat dengan fasilitas dasar yang dinilai belum layak.

Matras yang digunakan warga binaan disebut sudah rusak dan terdapat tungau yang dapat menyebabkan rasa gatal.

"Kondisi matras sudah sangat tidak layak pakai dan mengandung binatang yang bikin gatal, yaitu tungau," kata Syafrida.

Ombudsman kemudian berkoordinasi dengan jajaran Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kanwilpas) Kepri serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mendorong pengadaan matras pengganti.

Editor: Gusti Yennosa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut