Ombudsman Temukan Bayi di Lapas Perempuan Batam Belum Dapat Imunisasi
Persoalan lain ditemukan pada fasilitas toilet atau MCK di kamar hunian. Ombudsman menyebut sejumlah kamar mandi tidak memiliki sekat atau pintu yang memadai.
"Kamar mandinya tidak punya pembatas, jadi warga binaan harus menggunakan kardus untuk menutupi toilet saat mandi," ungkap Syafrida.
Kondisi bangunan juga menjadi perhatian karena Lapas Perempuan Batam berada di lokasi yang rawan tergenang saat hujan deras. Air disebut membutuhkan waktu sekitar empat hingga enam jam untuk surut.
Dalam kondisi tertentu, warga binaan bahkan harus dipindahkan ke area yang lebih tinggi ketika hujan deras memicu banjir atau genangan di lingkungan lapas. Hal tersebut juga dikonfirmasi dalam hasil sidak yang dipublikasikan Ombudsman.
Bangunan yang sudah tua dan mengalami kebocoran di sejumlah titik membuat persoalan hunian semakin kompleks. Dengan jumlah penghuni yang jauh melampaui kapasitas ideal, kondisi sanitasi dan kenyamanan warga binaan menjadi perhatian Ombudsman.
Ombudsman menyatakan berbagai temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk mendorong perbaikan pelayanan pemasyarakatan, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar dan hak warga binaan.
Pengawasan tersebut juga diarahkan untuk memastikan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk anak yang tinggal bersama ibu warga binaan, memperoleh layanan dasar yang semestinya.
Editor: Gusti Yennosa