Sejumlah Wali Murid PG Djuwita Batam Bela Dua Guru yang Jadi Tersangka Kekerasan Anak
BATAM, iNews.id – Dukungan terhadap dua guru Kelompok Bermain (PG) Djuwita Batam yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan kekerasan terhadap anak terus mengalir.
Sejumlah orang tua murid angkat bicara dan menyampaikan pengalaman mereka selama anak-anaknya mendapat pendampingan dari kedua guru tersebut.
Para wali murid menilai guru-guru PG Djuwita memiliki pendekatan pendidikan yang baik, sabar, serta mampu membangun kedekatan emosional dengan anak.
Mereka juga mengaku melihat langsung perubahan perilaku dan perkembangan kemandirian anak setelah mengikuti kegiatan belajar di sekolah tersebut.
Salah seorang wali murid, Egya, mengaku sedih mengetahui guru yang selama ini mendampingi anaknya harus berhadapan dengan proses hukum.
Dia secara khusus menyebut Fitri Sidabutar atau yang akrab disapa Miss Vivi sebagai sosok yang memiliki peran besar dalam perkembangan anaknya.
Menurut Egya, anaknya sudah belajar bersama Fitri sejak berada di level A PG Djuwita. Pada awal masuk sekolah, anaknya sempat mengalami kesulitan beradaptasi, terutama ketika harus berpisah dengan orang tua. Anak tersebut bahkan kerap menangis saat berada di lingkungan sekolah.
Namun, melalui pendampingan yang diberikan, anaknya perlahan mulai merasa nyaman dan mampu mengikuti kegiatan belajar.
"Kami aja nangis ya, sedih. Miss Vivi baik banget dan punya peran penting untuk anak saya," ujar Egya.
Dia mengatakan kedekatan antara Fitri dan anak didiknya terlihat dari interaksi sehari-hari. Bahkan, ketika anaknya naik ke level berikutnya, Egya secara khusus meminta pihak sekolah agar Fitri tetap menjadi guru yang mendampingi anaknya.
"Bonding seorang guru dengan anak itu kelihatan. Dari matanya, dari senyumannya. Anak saya benar-benar happy kalau sama Miss Vivi. Bahkan saat naik level, kepada pihak sekolah saya tetap minta Miss Vivi yang jadi wali guru anak saya," katanya.
Egya juga mengapresiasi metode pendidikan PG Djuwita yang dinilai membantu membangun kemandirian anak sejak usia dini.
Dia melihat perubahan pada anaknya, mulai dari belajar makan sendiri hingga mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
"Dari yang anaknya sebelumnya harus selalu disuapi kini mulai belajar makan sendiri, mampu beradaptasi," tuturnya.
Editor: Gusti Yennosa