Sejumlah Wali Murid PG Djuwita Batam Bela Dua Guru yang Jadi Tersangka Kekerasan Anak
Dukungan juga datang dari wali murid lainnya, Vioren. Dia mengaku prihatin dengan kasus hukum yang menimpa Fitri Sidabutar.
Menurutnya, selama ini anaknya terlihat senang mengikuti pembelajaran bersama Fitri dan kerap mencari guru tersebut ketika berada di rumah.
Sementara itu, Kepala Sekolah PG Djuwita, Lidia Siadari, mengatakan pihak sekolah memberikan dukungan penuh kepada dua tenaga pengajarnya yang kini menghadapi proses hukum. Sekolah juga telah menyiapkan pendampingan hukum untuk membantu keduanya.
"Kami shock tentunya. Apalagi ini masalah sekolah. Kami memberi pendampingan hukum dan dukungan penuh terhadap guru kami," kata Lidia.
Lidia turut mempertanyakan dasar penetapan tersangka terhadap kedua staf pengajarnya. Dia meminta penyidik menjelaskan secara terperinci bukti, waktu, serta lokasi dugaan kekerasan yang menjadi dasar penetapan tersebut.
Menurutnya, ruang kelas PG Djuwita memiliki dinding kaca sehingga aktivitas pembelajaran dapat dilihat langsung oleh orang tua maupun wali murid.
"Harusnya bukti-bukti ditunjukkan kepada kami. Kapan, di mana, jam berapa kekerasan terjadi. Ini ruang kelas anak berdinding kaca, orang tua dan wali murid bebas melihat. Tapi kan sayangnya bukti tak ditunjukkan. Ini sih yang kami pertanyakan," pungkasnya.
Meski demikian, perkara dugaan kekerasan terhadap anak tersebut masih menjadi ranah proses hukum yang ditangani Polda Kepulauan Riau.
Dukungan dan kesaksian para wali murid merupakan pengalaman serta penilaian pribadi mereka selama anak-anak mengikuti kegiatan belajar di PG Djuwita.
Editor: Gusti Yennosa