DPR Akui Keunggulan Kampus Pariwisata Swasta Dibanding Milik Pemerintah

Pratamayude
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay bersama pemilik Vitka Group, Asman Abnur meninjau Batam Tourism Polytechnic. (Foto: Yude/iNews.id)

Sementara itu, Direktur Batam Tourism Polytechnic Siska Amelia Maldin menjelaskan, keberhasilan lulusan BTP tidak lepas dari konsep pembelajaran yang lebih menitikberatkan pada praktik.

“Komposisi pembelajaran kami 60 persen praktik dan 40 persen teori, agar lulusan benar-benar siap masuk industri,” kata Siska.

Ia menyebutkan, mahasiswa BTP menjalani dua kali program magang selama delapan semester masa studi, yakni pada semester lima dan semester delapan. Khusus semester akhir, mahasiswa menjalani magang selama enam bulan penuh.

“Biasanya sebelum magang selesai, mahasiswa sudah mendapatkan penawaran kontrak kerja,” jelasnya.

Menurut Siska, kurikulum BTP dirancang sesuai kebutuhan industri pariwisata dan perhotelan. Hasilnya, sekitar 90 persen lulusan bekerja sebagai profesional, sementara 10 persen memilih menjadi entrepreneur.

“Sejak awal kami memang membangun kampus ini dengan orientasi industri. Lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berwirausaha,” pungkasnya.

Editor : Gusti Yennosa

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network