JAKARTA, iNewsBatam.id - Pemerintah Arab Saudi dilaporkan telah memulai pembahasan awal mengenai penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027 dengan merilis informasi awal serta lini masa (timeline) resmi kepada Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).
Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, menyatakan bahwa data awal dari otoritas Saudi tersebut akan langsung dijadikan sebagai pijakan dasar untuk merancang persiapan haji tahun depan secara lebih matang.
Pria yang akrab disapa Gus Irfan ini menegaskan bahwa Kemenhaj bersama DPR RI berkomitmen memperkuat sinergi demi mewujudkan operasional haji 2027 yang lebih tertata, ramah lansia, aman, serta membahagiakan para jemaah.
Di sisi lain, Gus Irfan juga membagikan perkembangan terkini mengenai operasional haji 2026. Ia mengumumkan bahwa proses pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama ke Tanah Air dijadwalkan dimulai pada Senin, 1 Juni 2026, dan akan berlangsung secara bertahap hingga 30 Juni mendatang.
Gus Irfan bersyukur karena fase krusial di Mina telah berakhir dengan aman dan lancar, di mana per hari Minggu, 31 Mei 2026 pukul 15.00 waktu Arab Saudi, seluruh jemaah haji asal Indonesia dipastikan sudah mengosongkan area Mina untuk kembali ke hotel mereka masing-masing di Makkah.
Meski konsentrasi jemaah di Mina telah selesai, Kemenhaj menginstruksikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk tidak mengendurkan pelayanan.
Petugas di lapangan diwajibkan terus melakukan pengawalan dan pendampingan intensif bagi jemaah yang masih harus menyelesaikan tawaf ifadah serta rangkaian ibadah pelengkap lainnya di Masjidil Haram, terutama untuk mengantisipasi kepadatan massa dan memastikan jemaah lanjut usia maupun risiko tinggi tetap mendapat prioritas utama.
Menutup keterangannya, Gus Irfan menyampaikan apresiasi tinggi atas ketertiban jemaah Indonesia dan dedikasi luar biasa para petugas sepanjang fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
