Mahasiswa Laporkan Dugaan Makian Polisi saat Aksi ke Propam Polda Kepri

Alfie Al Rasyid
Aksi mahasiswa di depan DPRD Batam yang sempat ricuh dan diwarnai dugaan makian dari seorang polisi ke demonstran. (Foto: Alfie/iNews.id)

BATAM, iNewsBatam.id – Aliansi Mahasiswa Bergerak Kota Batam menuntut pencopotan AKP Mardalis setelah diduga melontarkan ucapan yang dianggap menghina massa saat aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Batam, Kamis (18/6/2026).

Tuntutan tersebut muncul setelah terjadi gesekan antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang mengamankan jalannya demonstrasi.

Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Batam, Alwi Djaelani, mengatakan insiden tersebut menjadi perhatian serius mahasiswa karena dinilai mencederai hak warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

Menurut Alwi, AKP Mardalis tidak menunjukkan sikap yang mencerminkan aparat pengayom masyarakat saat bertugas mengamankan aksi.

"Tadi sempat ada gesekan dengan aparat kepolisian dan kami minta AKP Mardalis untuk segera dicopot," ujar Alwi.

Ia menilai aparat seharusnya mengedepankan pendekatan persuasif selama aksi berlangsung. Karena itu, mahasiswa mendesak adanya evaluasi terhadap oknum yang diduga mengeluarkan ucapan tidak pantas kepada peserta demonstrasi.

Selain menuntut pencopotan, massa juga berencana melaporkan dugaan pelanggaran tersebut ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kepulauan Riau.

"Kami menuntut keadilan karena kami berhak menyampaikan pendapat tapi malah dimaki. Kami akan ke Propam setelah ini," katanya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Direktur Intelijen Keamanan Polda Kepulauan Riau, Kombes Pol Agung Budi Leksono, menyebut dugaan ucapan yang dipersoalkan mahasiswa terjadi karena salah ucap atau slip of the tongue.

Meski demikian, ia mengimbau agar aksi penyampaian aspirasi dilakukan secara damai tanpa tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

"Slip of the tongue. Mereka mau bakar ban dan spanduk. Mahasiswa atau pemuda itu jangan merusak, kalau bisa mendukung pembangunan Batam," ujar Agung.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Mahasiswa Bergerak Kota Batam sempat diwarnai ketegangan ketika massa mencoba membakar ban sebagai bentuk protes.

Upaya tersebut dicegah aparat kepolisian sehingga memicu adu argumen dan saling dorong di lokasi aksi.

Editor : Gusti Yennosa

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network