“RY kemudian mengarahkan penonton untuk berpindah ke aplikasi Tevi, dengan menawarkan tayangan lanjutan yang lebih vulgar dari RA. Penonton yang ingin mengikuti siaran lanjutan diwajibkan memiliki deposit dan membeli Star atau Bintang sebagai akses menonton, dengan nilai sekitar Rp5.000,” ujarnya.
Selain memanfaatkan fitur Star atau Bintang, kelompok ini menerima pembayaran uang melalui dompet digital DANA berisikan transaksi Rp1.000 sampai Rp2.000 per penonton. Lewat skema ini, para pelaku mengincar pendapatan harian sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.
“Pada siaran lanjutan di aplikasi Tevi, RA diduga menampilkan konten seksual secara eksplisit. Dalam pelaksanaannya, RA juga dibantu oleh MK untuk melakukan siaran tersebut,” ujar Adex.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
