Di sisi lain, Anggoro membantah isu yang menyebut Kota Batam ditetapkan dalam status Siaga Satu menyusul bentrokan tersebut. Dia memastikan situasi keamanan di Batam saat ini kondusif.
Polisi juga menepis adanya unsur suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) dalam konflik tersebut. Anggoro meminta masyarakat tidak memperkeruh situasi dengan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
"Kami pastikan peristiwa ini murni konflik lahan, tidak ada kaitannya dengan isu SARA. Kami juga tegaskan bahwa Kota Batam tidak ditetapkan status Siaga Satu," tegasnya.
Menurut Anggoro, personel kepolisian masih melakukan patroli di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap aman. Masyarakat juga diminta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak benar.
"Situasi saat ini sudah kondusif, patroli terus dilakukan, dan kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi berita bohong," pungkasnya.
Editor : Gusti Yennosa
Artikel Terkait
