Kasus Bentrokan Maut Setokok, Tokoh NTT Batam Minta Proses Hukum Transparan

Loberto Boli
Tokoh masyarakat NTT Kota Batam, Simon Payung Masan. (Foto: Bob/iNews.id)

Bentrokan di Pulau Setokok terjadi pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa bermula ketika kelompok Lang Laut berada di lokasi untuk mengawasi aktivitas pembersihan lahan menggunakan alat berat.

Situasi kemudian memanas setelah rombongan lain datang menggunakan mobil dan merusak pagar seng pembatas lahan. Aksi tersebut berlanjut menjadi adu mulut, perkelahian fisik, hingga aksi saling lempar batu.

Bentrokan semakin eskalatif setelah terdengar letusan senapan angin secara beruntun dari jarak sekitar 10 meter.

Peristiwa tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka-luka.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dua pucuk senapan angin merek Sharp Baretta dan FXairguns Fxcrown, tombak kayu nibung, atribut kelompok, gawai, serta rekaman video kejadian.

Editor : Gusti Yennosa

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network