Pada suatu hari, Amr bin Tsabit mendengar kabar bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam akan berangkat ke Perang Uhud. Ia pun bertekad untuk ikut berperang.
Amr bin Tsabit berangkat ke Uhud dengan mengenakan pakaian perang dan membawa pedangnya. Ketika kaum Muslimin melihat Amr bin Tsabit di tengah-tengah pertempuran, mereka langsung menjauh dan memintanya pergi.
Amr bin Tsabit pun berkata dengan tegas, "Aku telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Aku datang ke sini untuk berperang bersama kalian."
Kaum Muslimin pun mempersilakan Amr bin Tsabit bergabung dalam pertempuran. Amr bin Tsabit berjuang dengan gagah berani. Ia melawan musuh hingga seluruh tubuhnya terluka parah.
Tidak lama kemudian, Amr bin Tsabit gugur sebagai syahid. Setelah perang usai, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Amr bin Tsabit termasuk penghuni surga."
Para sahabat pun terkejut mendengar sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Sebab, Amr bin Tsabit belum pernah sholat sama sekali.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan, "Amr bin Tsabit adalah seorang yang ikhlas dalam berjuang membela agama Allah. Ia rela mengorbankan nyawanya demi agama Allah. Oleh karena itu, Allah mengampuni dosa-dosanya dan memasukkannya ke dalam surga."
Kisah Amr bin Tsabit ini mengajarkan kita bahwa keikhlasan dalam beribadah kepada Allah lebih penting daripada banyaknya ibadah yang kita lakukan. Jika kita ikhlas dalam beribadah, Allah akan mengampuni dosa-dosa kita dan memasukkan kita ke dalam surga.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta