Pengusaha di Batam Jadi Korban Penipuan Link Palsu Bank, Rugi Miliaran Rupiah
BATAM, iNewsBatam.id – Seorang pengusaha di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), diduga menjadi korban penipuan digital melalui tautan palsu yang menyerupai situs resmi perbankan. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.
Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Arif Mahari mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari korban sejak pekan lalu, setelah korban menyadari adanya transaksi mencurigakan di rekening miliknya.
“Kemarin ada laporan. Kerugiannya cukup banyak hingga miliaran rupiah. Korbannya warga Batam dan berprofesi sebagai pengusaha,” kata Arif, Kamis (29/1/2026).
Arif menjelaskan, peristiwa bermula saat korban mengakses layanan perbankan dengan mencari melalui mesin pencari di internet. Namun, tautan yang diklik ternyata bukan situs resmi bank, melainkan link palsu yang memiliki tampilan dan penulisan hampir menyerupai aslinya.
“Saat itu link palsu berada di urutan teratas browser. Korban kemudian mengisi data perbankan. Setelah transaksi berhasil, baru disadari ada perbedaan pada beberapa huruf alamat situs,” jelasnya.
Menurut Arif, korban sempat melakukan dua kali transaksi yang mengatasnamakan bank terkait. Dalam waktu bersamaan, dana yang ditransfer tersebut langsung dipecah ke sejumlah rekening lain oleh pelaku.
“Dua kali transaksi ke rekening BCA. Pada saat yang sama, dana tersebut dipecah lagi oleh pelaku ke rekening lainnya,” ujarnya.
Kasus ini telah dilaporkan ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk dilakukan penanganan terhadap situs palsu tersebut. Polisi juga masih melakukan pendalaman terhadap keberadaan tautan yang muncul di posisi teratas mesin pencari.
“Link itu termasuk ilegal karena meminta korban memasukkan data perbankan. Saat data dimasukkan, ternyata situs tersebut palsu,” katanya.
Arif menambahkan, penyelidikan kasus ini masih terus dilakukan. Polisi juga masih memintai keterangan dari pelapor sebagai bagian dari proses awal pengungkapan kasus.
Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat mengakses layanan perbankan digital, khususnya memastikan alamat situs resmi sebelum memasukkan data pribadi maupun melakukan transaksi.
“Masyarakat harus benar-benar teliti. Jangan langsung klik link teratas, pastikan domain resmi bank agar tidak menjadi korban penipuan digital,” tegasnya.
Editor : Gusti Yennosa