Polemik Pernyataan Li Claudia, Ketua DPRD Kepri Minta Warga Tak Terprovokasi
BATAM, iNewsBatam.id – Polemik pernyataan Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, terkait penertiban warga pengambil pasir sisa drainase di kawasan Punggur terus bergulir dan menjadi perhatian publik.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kepulauan Riau, Iman Sutiawan, mengajak masyarakat untuk menyikapi persoalan secara utuh dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.
Sebelumnya, dalam video yang beredar di media sosial, Li Claudia terlihat menegur warga yang mengambil pasir tanpa izin. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi merusak infrastruktur dan bahkan disebut sebagai tindakan melanggar aturan.
“Kalau dikorek terus, nanti jalan bisa putus. Ini tidak boleh diambil sembarangan,” ujar Li Claudia dalam video tersebut.
Namun, pernyataan lanjutan yang menyinggung warga non-Batam agar kembali ke daerah asal memicu kritik. Ucapan itu dinilai sebagian pihak menyudutkan masyarakat kecil yang memanfaatkan sisa material untuk tambahan penghasilan.
Iman menilai pernyataan tersebut tidak terlepas dari kepedulian seorang pemimpin terhadap kondisi di lapangan. Ia menegaskan tidak ada niat merendahkan pihak mana pun.
“Bu Li memiliki kepedulian terhadap Batam. Dalam situasi tertentu, ketegasan itu muncul karena ingin melindungi daerahnya. Batam ini rumah bersama yang harus dijaga,” ujar Ketua DPD Partai Gerindra ini.
Ia juga meminta masyarakat tidak terjebak pada potongan narasi yang beredar di media sosial tanpa melihat konteks secara menyeluruh.
“Saya yakin masyarakat bisa membedakan mana ketegasan terhadap pelanggaran aturan dan mana sikap terhadap masyarakat kecil,” katanya.
Menurut Iman, persoalan tersebut juga telah diselesaikan secara kekeluargaan. Li Claudia disebut telah bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat untuk meredakan kesalahpahaman.
“Sudah ada komunikasi langsung, saling memahami dan mendukung pembangunan Batam. Tidak ada persoalan yang perlu diperbesar lagi,” ujarnya.
Editor : Gusti Yennosa