get app
inews
Aa Text
Read Next : Remaja 17 Tahun di Batam Curi Motor Demi Judi Slot, Kini Masuk Sel Tahanan

Rumah Mewah di Batam Jadi Markas Judol Internasional, Omzet Rp10 M Sebulan

Senin, 25 Mei 2026 | 18:31 WIB
header img
Suasana penggerebekan rumah mewah di Batam yang dijadikan markas judi online jaringan internasional. (Foto: Yude/iNews.id)

BATAM, iNewsBatam.id - Sebuah rumah mewah di kawasan elite Perumahan Taman Golf Sukajadi, Kota Batam, digerebek polisi. Rumah mentereng tersebut ternyata disulap menjadi markas operasional jaringan judi online (judol) internasional yang terafiliasi dengan Filipina dan Kamboja.

​Dalam penggerebekan ini, jajaran Polresta Barelang berhasil mengamankan seorang pria berinisial HR. Ia diduga kuat berperan sebagai pengelola dan operator utama dari markas yang ada di Batam tersebut.

​Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andreastian, mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi di kawasan elite sengaja dilakukan pelaku untuk mengelabui petugas. Rumah mewah tersebut dijadikan tameng agar aktivitas ilegal mereka tidak dicurigai warga sekitar maupun aparat.

​"Perusahaannya berasal dari Filipina, kemudian membuka cabang operasional di Batam. HR ini berperan sebagai pengelola atau operator utama," kata Debby kepada wartawan, Senin (25/5/2026).

Debby menjelaskan, sindikat ini memiliki manajemen yang rapi di beberapa negara. Meski pusat perusahaan berada di Filipina dan server serta operatornya berada di Kamboja, target pasar utama mereka adalah masyarakat Indonesia.

​"Perusahaan online ini berada di Filipina, namun dioperasikan di Kamboja. Sementara pengendalian operasional dan market pemainnya menyasar Indonesia," jelasnya.

​Dari hasil pemeriksaan, markas di Batam ini bertugas mengendalikan dan mengoordinasikan tiga situs judi online. Untuk menggaet para pemain, mereka gencar melakukan promosi lewat berbagai platform media sosial populer.

​"Cara promosinya melalui Facebook, Instagram, dan TikTok yang dikelola operator mereka di Kamboja," tambah Debby.

​Sementara untuk operasional harian seperti customer service, admin, hingga tim marketing, seluruhnya dikendalikan langsung dari Kamboja. Batam sendiri bertindak sebagai salah satu titik krusial pengendali operasional jaringan.

Berdasarkan penyelidikan sementara, bisnis haram lintas negara ini ternyata sudah berjalan selama dua tahun, tepatnya sejak tahun 2024 lalu. Demi menghindari engingatan aparat penegak hukum, para pelaku diketahui sudah dua kali berpindah-pindah lokasi (nomaden).

​Keuntungan yang diraup dari jaringan ini terbilang sangat fantastis. Berdasarkan data transaksi yang berhasil disita polisi, perputaran uang dari tiga situs judol ini mencapai miliaran rupiah per bulan.

​"Kalau dihitung dari data mereka, total omzet per bulan lebih dari Rp 10 miliar," ungkap Debby.

​Tak main-main, jaringan ini juga menggaji para pekerjanya dengan nominal yang cukup menggiurkan, tergantung pada beban kerja dan posisi masing-masing.

​"Untuk bagian finance (keuangan) itu sekitar Rp15 juta. Customer service ada yang Rp6 juta, Rp8 juta, sampai Rp10 juta, tergantung tugasnya," beber Debby.

​Saat ini, Polresta Barelang masih melakukan pengembangan intensif, terutama untuk melacak aliran dana (follow the money) dan mekanisme transaksi keuangan yang digunakan.

Polisi juga membidik adanya keterlibatan layanan perbankan hingga dompet digital (e-wallet) yang menampung uang taruhan para pemain.

​"Kami masih mendalami kaitan dana, transaksi, dan mekanismenya. Jika ditemukan pihak lain yang terlibat dalam mekanisme pembayaran maupun penggunaan rekening, tentu akan kami kembangkan," pungkas Debby.

Editor : Gusti Yennosa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut