Ubah Laporan Ombudsman untuk Bantu Korporasi CPO, Yeka Hendra Jadi Tersangka Kejagung
JAKARTA, iNewsBatam.id — Kejaksaan Agung (Kejegung) membeberkan peran mantan anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika (YHF), yang kini ditetapkan sebagai tersangka kasus perintangan penyidikan (obstruction of justice). Kasus ini berkaitan dengan perkara korupsi crude palm oil (CPO) atau minyak goreng pada tahun 2022.
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan bahwa keterlibatan Yeka bermula saat kasus minyak goreng yang menyeret mantan Dirjen Daglu Kemendag, Indra Sari Wisnu Wardhana, bergulir. Pada Februari 2022, Yeka menginisiasi Ombudsman untuk menginvestigasi dugaan maladministrasi penyediaan minyak goreng di Kemendag.
Namun, Yeka kemudian memanipulasi Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Nomor 418 tertanggal 15 Agustus 2022. Materi laporan yang awalnya membahas kelangkaan minyak goreng, diubah oleh Yeka menjadi isu pencabutan Domestic Market Obligation (DMO).
Editor: Vitrianda Hilba Siregar