Benarkah Rutin Lari Maraton Pemicu Plak Pembuluh Darah Jantung? Ini Penjelasan Medis
Fenomena serupa turut dikonfirmasi melalui penelitian khusus pada para pelari maraton. Meski ditemukan volume plak yang relatif lebih tinggi pada pembuluh darah jantung mereka, data menunjukkan bahwa diameter pembuluh darah para pelari tersebut tidak mengalami penyempitan yang signifikan.
Kendati demikian, dr. Adam memberikan penekanan penting bahwa keberadaan atau peningkatan volume plak tersebut tidak otomatis meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung fatal maupun kematian mendadak.
Riset lain yang mengamati 108 pelari maraton membuktikan bahwa tingkat risiko penyakit jantung dan angka kematian pada kelompok pelari maraton tidak berbeda secara signifikan dibandingkan kelompok orang dewasa sehat biasa, meskipun volume plak pembuluh darah jantung mereka terpantau lebih tinggi.
Mengenai mekanisme biologis di baliknya, ada beberapa dugaan mengapa olahraga endurance tingkat tinggi berkaitan dengan pembentukan plak. Latihan fisik intensif yang dilakukan dalam durasi panjang diduga memberikan tingkat stres mekanis secara berulang pada dinding pembuluh darah jantung. Selain itu, aktivitas lari jarak jauh juga memicu respons peradangan (inflamasi) sementara di dalam tubuh yang disinyalir berkontribusi pada proses pembentukan plak tersebut.
Oleh karena itu, dr. Adam mengimbau agar masyarakat tidak menelan mentah-mentah hasil studi ilmiah tersebut hingga enggan berolahraga.
"Olahraga endurance, termasuk lari, memang berasosiasi dengan peningkatan risiko munculnya plak pada pembuluh darah jantung. Namun, kondisi tersebut tidak berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan kematian. Malah sebaliknya, lari merupakan salah satu jenis olahraga yang terbukti dapat meningkatkan usia harapan hidup," tegas dr. Adam.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar