get app
inews
Aa Text
Read Next : RS Awal Bros Botania Bantah Kelalaian Medis dalam Kasus Pasien Ambeien Koma

Hampir 2 Pekan Koma, Dewi Sartika Sitinjak Meninggal Dunia

Senin, 10 Agustus 2026 | 16:46 WIB
header img
RS Awal Bros Botania, tempat Dewi Sartika Sitinjak koma usai operasi ambeien hingga meninggal dunia. (Foto: Yude/iNews.id)

BATAM, iNewsBatam.id - Dewi Sartika Sitinjak (24), pasien yang sebelumnya mengalami koma setelah menjalani operasi ambeien di RS Awal Bros Botania Batam, meninggal dunia pada Senin (10/8/2026).

Dewi mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di ruang ICU sejak akhir Juli lalu.

Kuasa hukum keluarga, Jendris Sihombing, membenarkan kabar duka tersebut saat dikonfirmasi wartawan.

“Sudah meninggal dunia, sekitar pukul 13.30 WIB tadi,” ujar Jendris, Senin.

Sebelumnya, Dewi menjalani operasi ambeien pada Selasa (28/7/2026). Menurut keluarga, kondisi Dewi sempat stabil setelah operasi dan masih dapat makan serta berkomunikasi dengan orang tuanya melalui panggilan video.

Namun beberapa waktu kemudian, kondisi Dewi dilaporkan mendadak memburuk setelah mendapat sejumlah obat melalui suntikan.

Keluarga menyebut Dewi sempat mengeluhkan sakit dan sesak napas sebelum mengalami kejang dan tidak sadarkan diri. Dewi kemudian dipindahkan ke ruang ICU untuk mendapatkan penanganan intensif.

Selama menjalani perawatan, kondisi Dewi disebut terus menurun dan bergantung pada alat bantu pernapasan. Keluarga juga mengaku menerima informasi adanya gangguan pada beberapa organ tubuhnya.

Merasa ada kejanggalan dalam penanganan medis, keluarga kemudian menempuh jalur hukum. Didampingi kuasa hukum, keluarga melaporkan dugaan malapraktik ke Polresta Barelang pada Sabtu (8/8/2026).

Meninggalnya Dewi membuat kasus tersebut memasuki babak baru. Penyebab pasti kematian Dewi masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan proses penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, RS Awal Bros Botania sebelumnya menyatakan seluruh tindakan medis terhadap pasien dilakukan sesuai indikasi klinis dan standar operasional yang berlaku.

Pihak rumah sakit juga meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan adanya kesalahan atau kelalaian medis sebelum seluruh fakta medis dan hasil evaluasi dari pihak yang berwenang diperoleh secara lengkap.

Hingga kini, Polresta Barelang masih menangani laporan keluarga terkait dugaan malapraktik tersebut.

Editor : Gusti Yennosa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut