Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Babak Baru Kasus Kebakaran Kapal, Kasidi Masuk DPO dan Gugat Polisi
Advertisement . Scroll to see content

Terdakwa Kematian Bripda Natanael Akui Perintahkan 3 Junior Memukul Korban

Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:18 WIB
  • author Pratamayude
Terdakwa Kematian Bripda Natanael Akui Perintahkan 3 Junior Memukul Korban
Arauna saat menjadi saksi bagi tiga terdakwa lainnya dalam sidang lanjutan kasus kematian Bripda Natanael di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (29/10/2026). (Foto: Yude/iNews.id)

BATAM, iNewsBatam.id – Terdakwa Arauna Sihombing mengakui memerintahkan tiga juniornya memukul Bripda Natanael Simanungklit karena merasa kesal dan dipermainkan.

Perintah tersebut berujung pada serangkaian kekerasan yang membuat Natanael terjatuh dan mengerang kesakitan.

Pengakuan itu disampaikan Arauna saat menjadi saksi bagi tiga terdakwa lainnya, yakni Asrul Prasetya, Guntur Sakti Pamungkas, dan Muhammad Al Farizi, dalam sidang lanjutan kasus kematian Natanael Simanungkalit di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (29/10/2026).

Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Monalisa, Arauna mengungkapkan kekesalannya bermula dari persoalan pemanggilan ke rumah dinas dan teguran yang diterimanya dari Danton Gunter.

Arauna mengaku sempat mendapat informasi dari Abi bahwa dirinya diminta menghadap Komandan Calvin di rumah dinas. Natanael disebut mengetahui informasi tersebut. Namun, saat dikonfirmasi, Natanael tidak menjelaskan alasan pemanggilan itu.

Arauna kemudian mengirim pesan kepada Calvin untuk meminta izin menghadap. Namun, ia mendapat jawaban bahwa dirinya tidak dipanggil dan kemungkinan dipanggil oleh Gunter.

Situasi tersebut membuat Arauna merasa dipermainkan. Kekesalannya bertambah karena ia mengaku sebelumnya mengalami perlakuan yang membuatnya merasa terhina di rumah dinas.

Menurut Arauna, persoalan bermula ketika dirinya dipanggil ke rumah dinas dan diperintahkan menjalani sikap tobat oleh Danton Gunter. Saat itu, Gunter menegur sikapnya sebagai senior dan memintanya lebih tegas terhadap junior.

“Lu lemah banget jadi senior mereka,” ujar Arauna menirukan perkataan Gunter di persidangan.

Arauna juga mengaku mendengar perkataan yang memintanya bersikap keras terhadap para junior. Ia merasa terhina setelah menerima teguran tersebut.

Sebelum Natanael masuk ke kamar 303, Arauna mengaku lebih dahulu memerintahkan Jonathan menjalani sikap tobat selama sekitar lima menit. Setelah hukuman itu selesai, Arauna memukul Jonathan lima kali di bagian dada.

Jonathan disebut mengerang kesakitan, memegangi perut, serta meminta ampun dan pertolongan. Arauna kemudian memintanya duduk dan memberikan minuman Coca-Cola.

Sekitar pukul 23.30 WIB, Natanael datang ke kamar 303. Rangkaian pemukulan terhadap korban terjadi sekitar pukul 23.40 WIB atau setelahnya.

Arauna mengaku awalnya memerintahkan Asrul memukul Natanael. Namun, Asrul menolak karena korban merupakan teman satu angkatannya.

“Janganlah, Bang, dia lettingku,” kata Arauna menirukan jawaban Asrul.

Setelah Asrul menolak, Arauna mengalihkan perintah kepada Guntur Sakti Pamungkas. Ia bahkan mengancam akan menjadikan Guntur sebagai contoh jika tidak menuruti perintahnya.

Guntur akhirnya memukul bagian tengah dada Natanael sebanyak dua kali. Arauna mengaku sebelumnya memerintahkan Guntur melakukan lima pukulan.

Arauna kemudian kembali memerintahkan Asrul memukul korban. Meski sempat menolak, Asrul akhirnya melayangkan satu pukulan ke dada Natanael, menurut keterangan Arauna.

Keterangan tersebut dipertanyakan majelis hakim karena berbeda dengan keterangan saksi sebelumnya yang menyebut Asrul melakukan tiga kali pemukulan. Namun, Arauna tetap bersikukuh bahwa Asrul hanya memukul satu kali.

Perintah serupa kemudian diberikan kepada Muhammad Al Farizi. Arauna mengaku mengancam Al Farizi dengan menjadikannya sebagai contoh jika tidak memukul Natanael. Al Farizi kemudian disebut melayangkan pukulan kepada korban.

Meski ketiga juniornya telah memukul Natanael, Arauna mengaku masih kesal. Ia akhirnya ikut melakukan pemukulan terhadap korban.

Arauna mengatakan awalnya memukul dada Natanael, kemudian kembali melayangkan dua pukulan ke bagian yang sama setelah jeda sekitar satu menit. Ia selanjutnya memukul perut korban.

Menurut pengakuannya, Natanael sempat diam saat menerima pukulan berikutnya. Arauna mengaku kembali memukul korban karena tidak melihat reaksi.

“Reaksi korban pada saat itu hanya diam saja pada pukulan keempat. Makanya saya pukul sekali lagi,” katanya.

Arauna juga mengaku menyuruh Natanael berlutut sebelum melayangkan dua pukulan menggunakan lutut kiri dan kanan ke bagian ulu hati. Setelah korban diminta berdiri, Arauna kembali memukul ulu hati Natanael sebanyak tiga kali.

Rangkaian kekerasan itu membuat Natanael terjatuh dan terbaring sambil mengerang kesakitan. Arauna mengaku masih melayangkan satu pukulan lagi ke bagian perut korban.

Setelah itu, Arauna memerintahkan orang-orang di dalam kamar mengatur posisi tubuh Natanael. Ia mengaku tindakan tersebut dilakukan untuk membantu menstabilkan pernapasan korban.

Arauna kemudian meminta Seva memberikan air minum kepada Natanael. Korban lalu dibaringkan di atas kasur dan disebut masih bernapas.

Arauna selanjutnya memerintahkan Seva dan Jonathan membawa Natanael ke rumah sakit. Kesaksian tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan dalam persidangan kasus kematian Bripda Natanael Simanungklit.

Editor: Gusti Yennosa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut