Dampak Efisiensi, 9 Desa di Anambas Terancam Tak Bisa Akses Sinyal 4G

Fadli
Ilustrasi tower BTS. (Foto: dok iNews.id)

ANAMBAS, iNewsBatam.id - Sebanyak 9 desa di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas terancam tidak bisa menikmati layanan komunikasi berteknologi 4G.

Hal ini terjadi setelah 9 titik tower Base Transceiver Station (BTS) bagian dari program Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dinonaktifkan.

Penonaktifan tower-tower tersebut dimulai pada Jumat (28/2/2025), sebagai dampak efisiensi anggaran yang dijalankan oleh Komdigi tahun ini.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kepulauan Anambas, Jeprizal mengungkapkan 9 desa yang terdampak yakni Desa Rewak, Desa Tiangau, Desa Serat, Desa Bukit Padi, Desa Munjan, Desa Belibak, Desa Air Putih, Desa Mengkait, dan Desa Batu Belah.

Keputusan pemberhentian layanan ini berdasarkan surat nomor 007/APT/SK-DIRUT/IW2025 dari BAKTI KOMDIGI, yang ditujukan kepada Pemkab Kepulauan Anambas.

"Surat itu merujuk Surat Bakti KOMDIGI Nomor: 3104/BUKIT.31.3/KS.01.03/12/2024 tanggal 31 Desember 2024," kata Jeprizal.


Surat tersebut menjelaskan beberapa alasan pemberhentian layanan yakni ada BTS USO yang rendah penggunanya, terdapat lokasi BTS USO yang terkover BTS 4G regular, lokasi BTS USO yang terkover sinyal reguler operator, dan ketersediaan anggaran BAKTI.

Bupati dan Wakil Bupati Anambas, Aneng-Raja Bayu, meminta Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) untuk mengajukan permohonan moratorium dan evaluasi kembali atas keputusan pemberhentian layanan tersebut.

Ia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak desa dan Pemerintah Pusat untuk menjaga layanan sinyal 4G di wilayah tersebut.

"Tidak semua desa akan terkena dampak dari hasil evaluasi BAKTI Komdigi di lapangan, sebagian ada yang dapat sinyal Reguler dan sinyal Reguler operator," imbuh Jeprizal.

Pihaknya terus berkoordinasi agar layanan dapat dilanjutkan kembali sebagaimana biasanya sehingga dapat memenuhi kebutuhan layanan sinyal telekomunikasi masyarakat di perbatasan negara wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas.

"Upaya ini dilakukan karena beberapa desa di wilayah tersebut masih memerlukan layanan sinyal 4G," ungkapnya.



Editor : S. Widodo

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network