Titik Nol Tanjungpinang, Sejarah Awal Peradaban Kota Gurindam

Endra Kaputra
Titik nol Kota Tanjungpinang di pinggir laut yang memiliki nilai sejarah tinggi. (Foto: Endra Kaputra/iNews.id)


Berjalan dari titik nol ke jalan Merdeka yang disebut Kota Tua, terdapat bangunan ruko tempo dulu yang kini telah direvitalisasi dengan warna warni.

Dari kawasan Kota Tua, berjalan satu arah sekitar kurang lebih 200 meter, juga ada tempat ibadah peningalan sejarah dengan sebutan 'Gereja Ayam'.

Lokasinya berada di Jalan Gereja, Nomor 1, Kecamatan Tanjungpinang Kota. Posisinya tepat di samping KFC.

Tempat ibadah umat Kristiani ini dibangun pada tahun 1883.

Gereja Ayam GPIB Bethel Tanjungpinang termasuk salah satu bangunan peninggalan pemerintah Belanda yang masih dapat dilihat hingga saat ini.

Bila dari depan Geraja memandang ke sebelah kiri, terlihat satu peninggalan tempat ibadah umat muslim. Namanya, Masjid Al-Hikmah yang statusnya kini menjadi Masjid Agung. Dulunya masjid tersebut bernama Masjid Keling.

Masjid Keling itu diperkirakan dibangun abad ke-19. Saat pendeta (misionaris) Eberhard Rottmann Rottge dari Belanda datang ke Tanjungpinang tahun 1834menggantikan Pendeta Dirk Lenting, ia sudah melihat keberadaan Masjid Keling ini.

Sejarah keberadaan Masjid keling ini erat kaitannya dengan komunitas perantau dari Anak Benua India ( India Subcantinetnt ) di Tanjungpinang.

Mereka terdiri dari orang Keling, Coromandel, Benggali atau Bengal, Bombai dan Sikh.



Editor : Gusti Yennosa

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network