BATAM, iNewsBatam.id – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Batam berlangsung berbeda. Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) menggelar aksi bersih-bersih sampah serentak di seluruh kecamatan, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan ini menjadi simbol bahwa buruh tidak hanya menyuarakan tuntutan, tetapi juga berkontribusi langsung bagi masyarakat dan lingkungan.
Ketua DPD Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin SPSI Provinsi Kepulauan Riau, Saipul Badri, mengatakan peringatan May Day tahun ini mengusung semangat kolaborasi.
“Buruh tidak selalu identik dengan tuntutan. Ada momen untuk membangun sinergi dengan semua pihak,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut, sekitar 60 armada pengangkut sampah dikerahkan dari berbagai kecamatan. Setiap kendaraan diperkirakan membawa sekitar satu ton sampah.
Dalam waktu sekitar dua jam, total sampah yang berhasil diangkut mencapai 50 hingga 60 ton.
“Aksi ini bukan mengambil alih tugas pemerintah, tapi bentuk edukasi bahwa lingkungan bersih adalah bagian dari kesejahteraan,” kata Saipul.
Ia menambahkan, persoalan sampah liar masih menjadi tantangan serius di Batam. Melalui aksi ini, buruh ingin mendorong kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Sementara itu, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan pekerja dan pengusaha.
“Keputusan UMK yang ditetapkan kemarin menjadi salah satu yang paling kondusif dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya saat menghadiri peringatan May Day di Dataran Engku Putri.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, serta jajaran Forkopimda dan ratusan buruh dari Batam dan Kepulauan Riau.
Amsakar menyebutkan, kinerja ekonomi Batam menunjukkan tren positif dengan realisasi investasi mencapai Rp69,3 triliun atau 115,5 persen dari target. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat dari 83,3 menjadi 83,8.
Meski demikian, ia mengakui tantangan di sektor ketenagakerjaan masih besar, terutama akibat tingginya arus migrasi yang meningkatkan jumlah angkatan kerja.
“Ini tantangan nyata yang harus dihadapi bersama,” katanya.
Ia menegaskan, pembangunan Batam tidak lepas dari kontribusi seluruh elemen, termasuk buruh. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha harus terus diperkuat.
“Batam adalah rumah kita bersama. Kita yang menjaga dan membangunnya,” tutupnya.
Editor : Gusti Yennosa
Artikel Terkait
