Memasuki siang hari, kegiatan berlanjut bagi siswa SMP dengan menghadirkan DP3AP2KB Unit PPA. Selain mendapatkan pemaparan mendalam, para siswa juga melakukan deklarasi bersama melalui penandatanganan banner dengan tagar #yehopledge sebagai bentuk janji kolektif.
Semangat yang sama diteruskan oleh siswa SMA/SMK pada sesi terakhir, di mana mereka menegaskan kesadaran untuk menjaga ekosistem sekolah yang lebih inklusif dan saling menghargai.
Cevy Amelia, M.Psi., Psikolog, selaku salah satu narasumber menekankan bahwa setiap anak memiliki hak dasar untuk merasa aman dan didengar. Menurutnya, pencegahan perundungan tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus muncul dari kesadaran bersama antara sekolah, keluarga, dan lingkungan pergaulan.
Senada dengan hal tersebut, Anggi Heru M., M.I.Kom., dari BPMP Provinsi Kepulauan Riau, menegaskan bahwa sekolah memegang teguh prinsip nol toleransi terhadap bullying dan berkomitmen memberikan pendampingan yang objektif demi kepentingan terbaik siswa.
Melalui inisiatif ini, Sekolah Yehonala terus memperkuat sistem perlindungan anak melalui edukasi berkelanjutan dan kolaborasi aktif. Sekolah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan pendidikan yang positif, demi mendukung perkembangan anak secara optimal.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
