Sebelum Dicopot, Eks Wakil Kepala BGN Pernah Beberkan Modus Jual Beli Titik SPPG di Batam

Alfie Al Rasyid
Eks Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya saat membeberkan praktik jual beli titik SPPG di Batam, belum lama ini. (Foto: Alfie/iNews.id)

BATAM, iNewsBatam.id – Sebelum dicopot dari jabatannya, Eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya sempat mengungkap adanya praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terjadi di lapangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Sony saat berada di Batam dan menanggapi penanganan kasus dugaan penipuan penjualan titik SPPG yang tengah ditangani aparat kepolisian di wilayah Bengkong dan Lubuk Baja.

Menurut Sony, keberhasilan aparat mengungkap kasus tersebut menjadi bukti bahwa pelaku yang menawarkan dan memperjualbelikan titik SPPG memang benar-benar ada.

“Saya berterima kasih kepada jajaran kepolisian yang menangani perkara itu dan membuktikan bahwa pelaku-pelaku ini memang ada. Saya menyampaikan kepada masyarakat agar waspada,” ujar Sony.

Ia menjelaskan, proses pengajuan titik program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelumnya dilakukan melalui portal resmi mitra.bgn.go.id. Namun saat ini portal tersebut telah ditutup sehingga tidak ada lagi pendaftaran titik baru.

Sony mengatakan kuota pendaftaran dinyatakan penuh berdasarkan data yang masuk ke dalam sistem. Meski demikian, tidak seluruh titik yang terdaftar menunjukkan perkembangan pembangunan di lapangan.

Menurutnya, terdapat sejumlah titik yang hanya didaftarkan ke sistem kemudian diperjualbelikan kepada pihak lain tanpa pernah direalisasikan.

“Hasil survei menunjukkan tidak semua titik yang tercatat benar-benar dibangun. Bahkan ada yang masih berupa lahan kosong meski sudah terdaftar dalam sistem,” katanya.

Ia mencontohkan, dalam satu kecamatan dengan sekitar 30 ribu penerima manfaat dibutuhkan sedikitnya 13 unit SPPG jika satu unit melayani hingga 3 ribu orang.

Sony juga mengungkapkan bahwa namanya kerap dicatut oleh oknum untuk meyakinkan calon korban dalam praktik jual beli titik SPPG tersebut.

Menurut dia, sejumlah pelaku mengaku sebagai kerabat dekat maupun keponakannya agar calon pembeli percaya terhadap penawaran yang diberikan.

“Ada banyak yang mengaku sebagai keponakan dan saudara saya. Kenapa? Karena seluruh berita acara verifikasi saya yang tandatangani sebagai ketua tim verifikasi,” ungkapnya.

Karena itu, Sony mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan pejabat atau mantan pejabat BGN dalam menawarkan titik SPPG maupun program MBG.

Ia menegaskan seluruh proses yang berkaitan dengan program pemerintah harus dilakukan melalui mekanisme resmi dan tidak dipungut biaya di luar ketentuan yang berlaku.

Editor : Gusti Yennosa

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network