Mendagri Tito Karnavian Akan Bedah APBD Daerah yang Mengaku Tak Mampu Bayar Gaji PPPK

Felldy Utama
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Foto: Dok

Tito kemudian mencontohkan Kabupaten Lahat yang sukses menghemat anggaran hingga Rp400 miliar demi mencukupi belanja pegawai. Penghematan tersebut berhasil dilakukan melalui efisiensi ketat pada biaya perjalanan dinas, rapat, serta pos pemeliharaan yang dinilai berlebihan. Menurutnya, langkah serupa seharusnya bisa direplikasi oleh daerah lain.

Selain efisiensi belanja, mantan Kapolri ini juga mendorong kepala daerah untuk lebih inovatif dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat. Ia memuji terobosan Wali Kota Pekanbaru terdahulu yang sukses menaikkan PAD dari Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun hanya dengan mempermudah sistem pembayaran pajak serta retribusi.

Kemendagri memastikan akan mengevaluasi kedua aspek tersebut—efisiensi belanja dan optimalisasi PAD—sebelum memberikan solusi lanjutan bagi daerah yang kesulitan.

"Kalau seandainya kedua langkah itu sudah dilakukan dan masih kesulitan, barulah mungkin perlu ada dukungan dari pemerintah pusat. Misalnya melalui percepatan penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) yang belum dicairkan oleh Kementerian Keuangan. Kami akan koordinasikan ke Kemenkeu agar hak daerah tersebut dibayarkan demi memastikan pemenuhan gaji pegawai," pungkasnya.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network