BATAM, iNewsBatam.id - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepulauan Riau menunggu hasil pemeriksaan forensik terkait meninggalnya Dewi Sartika Sitinjak, pasien BPJS yang sebelumnya menjalani operasi ambeien di RS Awal Bros Botania, Batam.
Ketua IDI Wilayah Kepri dr Yanuarman mengatakan pihaknya ingin mengetahui penyebab pasti kondisi Dewi memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.
Dewi diketahui sempat menjalani perawatan intensif selama 12 hari di ruang ICU setelah mengalami kondisi kritis, pingsan, koma, dan kemudian meninggal dunia. Keluarga selanjutnya membawa jenazah ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk pemeriksaan forensik.
“Kami juga ingin tahu apakah itu akibat obatnya atau ada faktor lain sehingga pasien pingsan dan koma. Ini menjadi perhatian bagi tenaga kesehatan dalam penggunaan obat suntik,” kata Yanuarman kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).
Menurut dia, hasil pemeriksaan forensik akan menjadi dasar penting untuk mengetahui penyebab kematian Dewi Sartika.
IDI Kepri belum dapat menyimpulkan ada atau tidaknya kesalahan dalam penanganan medis sebelum hasil tersebut keluar.
“Kami menghormati proses yang dilakukan keluarga dan kepolisian sambil menunggu hasil pemeriksaan forensik RS Bhayangkara Polda Kepri untuk mengetahui penyebab kematian korban,” ujarnya.
Selain menunggu hasil forensik, IDI Kepri akan meminta penjelasan langsung dari pihak RS Awal Bros Botania mengenai kronologi penanganan pasien.
“Kami akan mendengarkan penjelasan langsung dari pihak rumah sakit mengenai kronologi kejadian dan mendata tenaga medis yang terlibat dalam perawatan pasien,” kata Yanuarman.
Ia menambahkan IDI melalui Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) siap memberikan keterangan apabila diminta penyidik dalam proses penyelidikan.
“IDI melalui MKEK siap memberikan keterangan apabila diminta oleh penyidik,” ujarnya.
Yanuarman menegaskan apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pelanggaran etik atau kelalaian tenaga medis, proses penanganan akan dilakukan sesuai ketentuan profesi.
Menurut dia, sanksi dapat diberikan bertahap sesuai tingkat pelanggaran, mulai dari teguran tertulis hingga rekomendasi pencabutan izin praktik.
Ia juga menyebut penelusuran tidak hanya terbatas pada tenaga medis. Jika ditemukan dugaan kelalaian, pihak lain yang terlibat sesuai profesinya juga dapat diperiksa.
“Hasil pemeriksaan nantinya dapat menjadi bahan rekomendasi kepada Kementerian Kesehatan atau pemerintah sesuai kewenangan,” katanya.
IDI Kepri berharap proses pemeriksaan forensik dan penyelidikan dapat segera mengungkap penyebab pasti meninggalnya Dewi Sartika sehingga tidak menimbulkan spekulasi dan memberikan kepastian bagi keluarga maupun tenaga kesehatan.
Editor : Gusti Yennosa
Artikel Terkait
