Seminar Internasional Festival Media Selat Malaka Bahas Tantangan Kemerdekaan Pers

Pratamayude
Pembukaan Festival Media Selat Malaka yang digelar AJI Indonesia di Kota Batam. (Foto: AJI Indonesia)

Menurut Nany, AJI Indonesia telah melakukan sejumlah langkah untuk memberikan perlindungan kepada jurnalis. Salah satunya melalui pembentukan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) yang kini telah terbentuk di berbagai daerah, mulai Aceh hingga Papua.

KKJ berperan mengadvokasi persoalan hukum yang dihadapi jurnalis. Selain perlindungan hukum, AJI juga mendorong peningkatan kesejahteraan jurnalis, termasuk melalui gagasan pembentukan trust fund bagi jurnalis.

Nany menegaskan, intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis tidak dapat dibenarkan. Ia juga mengingatkan bahwa penghalangan kerja jurnalistik telah diatur dalam Undang-Undang Pers.

Menurut dia, persoalan utama bukan semata-mata ketiadaan aturan, melainkan penerapan aturan tersebut di lapangan.

“Kita sudah punya UU Pers sebagai payung hukum. Masalahnya, mau tidak kita menerapkannya? Kebanyakan kasus kekerasan terhadap jurnalis yang kami temui selalu berakhir dengan permintaan maaf. Baik, kami terima maafnya, tetapi proses hukum harus tetap berjalan,” tegas Nany.

Sementara itu, Regional Director Asia Center James Gomez memaparkan data mengenai ancaman terhadap jurnalis secara global. Ia menyebut pada 2026 tercatat 26 kasus pembunuhan jurnalis, dua di antaranya berasal dari Indonesia. Selain itu, terdapat 41 kasus penahanan terhadap jurnalis sepanjang tahun berjalan.

Menurut Gomez, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelemahan kemerdekaan pers bukan hanya persoalan satu negara. Di sejumlah negara, hukum juga dinilai kerap digunakan untuk menekan jurnalis maupun mendiskreditkan organisasi media.

“Selain itu, faktor algoritma yang mendorong banyaknya disinformasi juga membuat organisasi media tidak mampu menjaga keberlangsungannya. Independensi jurnalis akan semakin melemah,” ujar Gomez.

Meski demikian, Gomez menilai perkembangan teknologi tidak selalu menjadi ancaman bagi dunia jurnalistik. Media dan jurnalis, menurut dia, tetap dapat beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.

Penggunaan AI dinilai dapat membantu kerja jurnalistik selama penerapannya disertai regulasi yang jelas dan prinsip kehati-hatian.

Editor : Gusti Yennosa

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network