Tangis Miss Vivi Pecah, Guru PG Djuwita Batam Jadi Tersangka Kekerasan Anak

Alfie Al Rasyid
Fitri Sidabutar, guru PG Djuwita Batam, menangis saat menceritakan perkara dugaan kekerasan terhadap anak yang membuatnya ditetapkan sebagai tersangka. (Foto: Alfie/iNews.id)

BATAM, iNewsBatam.id – Air mata Fitri Sidabutar tak terbendung ketika menceritakan perkara hukum yang kini membelit hidupnya.

Perempuan yang akrab disapa Miss Vivi itu beberapa kali menghentikan cerita untuk menenangkan diri.

Lima tahun mengabdikan diri sebagai guru, Fitri mengaku tidak pernah membayangkan akan berhadapan dengan proses hukum hingga ditetapkan sebagai tersangka dugaan kekerasan terhadap anak.

Guru Playgroup (PG) Djuwita Batam berusia 31 tahun tersebut bersikukuh bahwa dirinya tidak pernah berniat menyakiti murid. Dia mengaku hanya berusaha menenangkan dan mendisiplinkan seorang anak saat kegiatan makan siang berlangsung.

Di tengah tangisnya, Fitri mengingat kembali peristiwa yang menurutnya menjadi awal persoalan tersebut. Kejadian itu berlangsung pada Oktober 2025, ketika dia berinisiatif membantu mendampingi kelas lain.

Saat berada di kelas, Fitri melihat seorang anak berinisial R berlari-lari sambil menarik kursi. Khawatir aktivitas tersebut mengganggu suasana makan siang, dia kemudian mendekati anak tersebut.

Fitri mengaku menuntun tangan R dan mendudukkannya di kursi. Sambil melakukan tindakan itu, dia juga mengajak anak-anak bernyanyi agar suasana kelas kembali tenang.

"Saya mencoba mendekatinya dan berkata, 'Sit down, please.' Saya tuntun tangannya dan dudukkan ke kursi. Tidak ada bentakan maupun tindakan kasar," ujar Fitri, Rabu (4/11/2026).

Namun, tindakan tersebut kemudian mendapat protes dari orang tua murid berinisial SS. Fitri mengaku telah meminta maaf dan berusaha memberikan penjelasan, tetapi persoalan itu justru berlanjut hingga ke ranah hukum.

Ketegangan semakin memuncak pada Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 13.45 WIB. Fitri menyebut seorang wali murid datang ke kompleks PG Djuwita Batam bersama sekitar 25 orang yang tidak dikenal pihak sekolah.

Persoalan tersebut kemudian bergulir ke kepolisian. Fitri menjalani pemeriksaan sebagai bagian dari proses penyidikan atas dugaan kekerasan terhadap anak.

Namun, selama proses tersebut, dia mengaku menemukan sejumlah hal yang dipertanyakan. Salah satunya berkaitan dengan bukti foto yang diperlihatkan penyidik.

Editor : S. Widodo

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network