Hingga kini, penyebab pasti CFS belum diketahui. Namun, sejumlah faktor diduga berkaitan dengan munculnya kondisi tersebut, antara lain infeksi virus atau bakteri, gangguan sistem kekebalan tubuh, serta faktor biologis lainnya.
Beberapa kasus dilaporkan muncul setelah seseorang mengalami infeksi. CFS juga menjadi salah satu kondisi yang dikaitkan dengan gangguan kesehatan pascainfeksi, termasuk Long COVID.
Diagnosis CFS tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan keluhan mudah lelah. Tidak ada satu pemeriksaan laboratorium khusus yang bisa memastikan seseorang mengalami sindrom ini.
Dokter biasanya melakukan evaluasi riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, serta tes penunjang untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain, seperti anemia, gangguan tiroid, diabetes, atau gangguan tidur.
Kelelahan yang berlangsung setidaknya enam bulan dan mengganggu aktivitas sehari-hari menjadi salah satu pertimbangan dalam penilaian medis.
Gejala khas seperti PEM, tidur yang tidak menyegarkan, serta gangguan kognitif atau intoleransi ortostatik juga perlu dievaluasi.
Hingga saat ini, belum tersedia obat khusus yang dapat menyembuhkan CFS secara total. Penanganan lebih difokuskan pada pengelolaan gejala dan peningkatan kualitas hidup pasien.
Editor : Gusti Yennosa
Artikel Terkait
