get app
inews
Aa Text
Read Next : 9 Orang Selamat, Berikut Identitas Korban Kapal Tenggelam di Berakit Bintan

Hantam Karang, Kapal Batam Indah 9 Tenggelam di Perbatasan RI-Singapura

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:42 WIB
header img
Proses evakuasi awak kapal Batam Indah 9 yang tenggelam usai menghantam karang di perairan perbatasan Batam-Singapura. (Foto: ist)

BATAM, iNewsBatam.id – Pelayaran Kapal Batam Indah 9 yang membawa komponen elektronik dari Batam menuju Singapura berakhir nahas.

Kapal tersebut tenggelam di perairan Selat Singapura, tepatnya di wilayah perbatasan Indonesia dan Singapura, Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.

Insiden itu diduga bermula ketika kapal menabrak karang saat berlayar. Benturan tersebut menyebabkan lambung kapal mengalami kebocoran hingga akhirnya kapal tidak mampu bertahan dan karam di tengah laut.

Selain kapal yang tenggelam, sebagian muatan yang dibawa juga dilaporkan hanyut terbawa arus.

Direktur PT PLS Bahari, Zulfikar, mengatakan seluruh kru yang berada di atas kapal berhasil menyelamatkan diri. Sebanyak delapan anak buah kapal (ABK) dievakuasi setelah mendapat bantuan dari Kapal Ayu 68 yang melintas di lokasi kejadian.

"Ini musibah, kami juga tidak mau ada kejadian seperti ini. Alhamdulillah semua ABK kita selamat. Ada kapal lain yang menyelamatkan kami," kata Zulfikar saat dikonfirmasi, Selasa siang.

Menurut dia, kondisi material kapal menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kebocoran terjadi dengan cepat setelah benturan.

Ia menyebut bagian fiber kapal sudah terkelupas sehingga lebih rentan mengalami kerusakan saat menghantam benda keras di laut.

"Fiber kapal itu terkelupas sehingga saat tertabrak benda lain gampang bocor," ujarnya.

Seluruh kru yang selamat sempat dibawa ke Kantor Koderal Batuampar untuk pendataan dan pemeriksaan awal. Setelah dipastikan dalam kondisi baik, mereka kemudian dipulangkan ke rumah masing-masing.

Sementara itu, Zulfikar mengaku masih berada di lokasi perairan untuk memantau perkembangan penanganan kapal bersama sejumlah instansi terkait.

"Biar mereka istirahat dulu. Saya masih di laut untuk memastikan kapal bersama sejumlah instansi," katanya.

Editor : Gusti Yennosa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut