Melalui SOSEK MALINDO Daerah, Ditjen Bina Adwil Perkuat Diplomasi Pembangunan Kawasan Perbatasan
Dalam kesempatan itu, Ditjen Bina Adwil juga memperkenalkan Border Integrated Decision and Governance Engine System (BRIDGE SYSTEM) sebagai sistem pengelolaan informasi yang mengintegrasikan data, rencana aksi, serta hasil kesepakatan SOSEK MALINDO mulai dari tingkat daerah, Sekretariat Bersama, hingga nasional.
Amran menjelaskan, sistem tersebut diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data, memperkuat monitoring dan evaluasi, serta meningkatkan efektivitas implementasi kerja sama bilateral.
"Melalui BRIDGE SYSTEM, setiap hasil persidangan dapat dipantau secara berkelanjutan sehingga perumusan kebijakan dan diplomasi bilateral semakin berbasis data, terukur, dan mampu diterjemahkan menjadi program yang berdampak bagi masyarakat perbatasan," katanya.
Selain membahas penguatan tata kelola kerja sama, forum juga menyoroti percepatan pembukaan jalur laut RoRo Batam–Johor yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kedua wilayah.
Meski infrastruktur dasar di Batam dan Johor telah tersedia, realisasi rute tersebut masih membutuhkan penyelarasan regulasi, standar operasional, serta koordinasi lintas kementerian antara Indonesia dan Malaysia.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berharap pembukaan jalur RoRo Batam–Johor dapat terus didorong melalui berbagai forum bilateral maupun trilateral. Kehadiran jalur tersebut diyakini mampu memperkuat konektivitas kawasan sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya saing wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Editor : Suriya Mohamad Said