get app
inews
Aa Text
Read Next : Ibu dan Anak Jadi Korban Jambret Berpisau di Nongsa, Polisi Ringkus Satu Pelaku

Baksos Citramas Temukan Kasus Balita Gizi Buruk dan Lumpuh di Nongsa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 13:09 WIB
header img
Tim medis memeriksa kesehatan gigi anak dalam bakti sosial yang menyasar 1.200 anak di Nongsa, Kota Batam. (Foto: Alfie/iNews.id)

BATAM, iNewsBatam.idBakti sosial (baksos) kesehatan anak yang digelar di Graha CitraMas, Kecamatan Nongsa, Batam, menemukan sejumlah kasus yang memerlukan penanganan medis lanjutan.

Dari sekitar 600 anak yang telah menjalani pemeriksaan pada Sabtu (18/7/2026) siang, gizi buruk masih menjadi salah satu temuan utama.

Ketua Panitia Baksos, drg. Eka Rismi Ayu, mengatakan kegiatan yang didukung Yayasan Citramas, Rumah Sakit Soedarsono Darmosuwito dan PMI Kota Batam tersebut menargetkan pelayanan bagi 1.200 balita dan anak di Kecamatan Nongsa.

Hingga malam sebelum pelaksanaan, tercatat 1.096 anak telah mendaftar.

"Sasarannya sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni balita dan anak di Kecamatan Nongsa. Banyak warga di kawasan ruli yang belum terdaftar di fasilitas kesehatan, sehingga kami ingin mereka tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak," ujar Eka.

Ia menjelaskan, hingga sekitar pukul 12.00 WIB, lebih dari 600 anak telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan pelayanan akan terus berlangsung hingga pukul 16.00 WIB.

Dari hasil pemeriksaan sementara, tiga temuan terbanyak adalah speech delay atau keterlambatan bicara, karies gigi yang sudah menyebabkan pembengkakan gusi, serta kasus gizi buruk.

"Top three hari ini adalah speech delay, penyakit gigi seperti karies, dan gizi buruk. Untuk sementara ditemukan sekitar 10 anak mengalami speech delay, tujuh anak mengalami karies gigi, dan tiga anak mengalami gizi buruk. Total sekitar 20 anak membutuhkan rujukan untuk penanganan lebih lanjut," katanya.

Menurut Eka, kasus gizi buruk masih menjadi perhatian karena sebagian anak mengalami penurunan nafsu makan yang berpotensi memengaruhi tumbuh kembang mereka.

Karena itu, seluruh anak yang mengikuti pemeriksaan juga mendapatkan multivitamin sebagai upaya meningkatkan asupan gizi.

"Target kami setiap anak mendapatkan multivitamin. Jadi mereka tidak pulang dengan tangan kosong," ujarnya.

Selain temuan tersebut, tim medis juga menangani dua kasus yang memerlukan perhatian khusus. Salah satunya adalah seorang anak yang mengalami kelumpuhan dari pinggang ke bawah akibat cedera tulang belakang setelah terjatuh.

Menurut Eka, anak tersebut membutuhkan tindakan operasi lanjutan yang kemungkinan tidak dapat dilakukan di Batam.

"Kami akan mencoba melakukan tindak lanjut, apakah ada bantuan dari CitraMas atau skema lainnya. Jika memang tidak bisa ditangani di Batam, kemungkinan akan dirujuk ke rumah sakit tipe A atau bahkan ke RSCM Jakarta," jelasnya.

Kasus berat lainnya adalah seorang anak berusia enam tahun dengan sindrom Down yang belum dapat berbicara dan memiliki riwayat kelainan katup jantung.

Kondisi anak tersebut semakin terkendala karena kepesertaan BPJS Kesehatan keluarganya sudah tidak aktif.

"Kami sudah mengarahkan keluarga agar mendaftarkan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI). Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial agar proses pendaftarannya bisa dibantu," kata Eka.

Ia berharap kegiatan bakti sosial ini tidak hanya memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi anak-anak yang membutuhkan penanganan medis lanjutan agar segera memperoleh pelayanan yang memadai.

Editor : Gusti Yennosa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut