Bareskrim Polri Usut Penyebab Blackout Batam
BATAM, iNewsBatam.id - Bareskrim Mabes Polri turun ke Batam, Kepulauan Riau (Kepri), untuk menyelidiki penyebab blackout yang melanda Batam, Bintan, dan Tanjungpinang pada Senin (12/10/2026). Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Tim investigasi Bareskrim telah mendatangi sejumlah lokasi gardu listrik milik PLN untuk mengumpulkan informasi dan mendalami penyebab gangguan. Salah satu lokasi yang diperiksa yakni gardu listrik Sei Harapan, Kecamatan Sekupang, Batam.
Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Asep Safrudin membenarkan pengerahan tim untuk mengusut peristiwa tersebut. Menurutnya, penyelidikan dilakukan guna mengungkap penyebab pasti pemadaman listrik yang berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat di Kepri.
“Kita turun untuk membuka fakta yang sebenarnya terkait peristiwa blackout di Batam,” ujar Asep.
Dia menjelaskan, penyelidikan masih berlangsung dengan melibatkan tim forensik Mabes Polri. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendalami gangguan yang menyebabkan aliran listrik padam hingga hampir 18 jam.
Asep meminta masyarakat mempercayakan proses pengusutan kepada kepolisian. Dia menegaskan, penyebab blackout akan didalami berdasarkan hasil pemeriksaan dan temuan di lapangan.
Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan mengenai penyebab pemadaman. Informasi yang belum terbukti kebenarannya berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Jangan berspekulasi dan membuat informasi yang menyesatkan di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.
Penyelidikan Bareskrim diharapkan dapat mengungkap penyebab blackout yang mengganggu aktivitas warga dan dunia usaha di Batam, Bintan, serta Tanjungpinang.
Hingga hasil penyelidikan diumumkan, masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi melalui sumber resmi.
Kepolisian masih mendalami peristiwa tersebut untuk memastikan fakta di balik gangguan listrik yang berdampak luas di wilayah Kepri.
Editor: Gusti Yennosa