Wakil Ketua Komisi II DPRD Kepri, Zainal Abidin, mengimbau distributor segera menjalin kerja sama dengan Bulog. Menurutnya, Bulog memiliki keterbatasan waktu dalam menyimpan stok beras.
“Bulog ditugaskan negara menjaga ketahanan pangan. Jika tidak ada kerja sama distributor, ini bisa merugikan semua pihak, terutama masyarakat,” ujarnya.
Zainal menduga margin keuntungan menjadi salah satu alasan distributor enggan menyerap beras premium Bulog. Meski demikian, ia menegaskan Bulog telah memberikan ruang margin sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Sementara itu, Kepala Bulog Batam, Guido CL Preirera, memastikan stok beras medium untuk kebutuhan masyarakat Batam dan Karimun aman hingga tiga sampai empat bulan ke depan.
“Untuk beras premium, kami menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. Saat ini sudah ada kesiapan 4.000 ton dari Makassar, tinggal menunggu waktu pengiriman,” kata Guido.
Ia menambahkan, Bulog berencana mendatangkan tahap awal sekitar 1.000 hingga 2.000 ton beras premium untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis.
Harga jual dari Bulog ke distributor ditetapkan Rp14.500 per kilogram, sementara harga ritel sekitar Rp15.400 per kilogram.
“Masih ada margin untuk distributor. Kualitas beras premium ini sangat baik karena berasal langsung dari petani,” pungkasnya.
Editor : Gusti Yennosa
Artikel Terkait
