Kapolda Kepri Respons Demo Warga di BP Batam: Jangan Mudah Terprovokasi

Alfie Al Rasyid
Kapolda Kepri, Irjen Asep Safrudin. (Foto: Alfie/iNews.id)

BATAM, iNewsBatam.id Video yang menampilkan Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra saat menghadapi aksi demonstrasi warga beberapa waktu lalu viral di media sosial.

Tayangan tersebut berkembang menjadi perbincangan luas dan memunculkan berbagai spekulasi di ruang publik.

Aksi unjuk rasa tersebut dipicu keluhan warga Tanjung Sengkuang terkait penyaluran air bersih yang dinilai belum maksimal. Ketidakpuasan warga berujung pada demonstrasi di depan Kantor BP Batam dan sempat diwarnai ketegangan.

Menanggapi dinamika yang berkembang, Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Kapolda Kepri) Irjen Pol Asep Safrudin mengimbau masyarakat Kota Batam agar tetap menjaga persatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang beredar, khususnya di media sosial.

“Batam adalah rumah bersama bagi beragam suku, agama, budaya, dan latar belakang. Perbedaan pendapat dalam demokrasi adalah hal yang wajar, namun harus disikapi dengan kepala dingin, hati yang jernih, serta semangat persaudaraan,” ujar Asep, Senin (26/1/2026).

Kapolda Kepri mengakui, dinamika yang muncul belakangan ini memicu reaksi emosional, baik dari unsur pimpinan daerah maupun masyarakat.

Namun ia menegaskan pentingnya menahan diri agar situasi tidak semakin memanas akibat narasi yang berpotensi memecah belah.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk tidak terprovokasi dan tidak menyebarkan ujaran yang dapat menimbulkan konflik di tengah masyarakat,” tegasnya.

Menurut Asep, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam merupakan bagian dari sistem pemerintahan yang terus bekerja untuk kepentingan masyarakat.

Setiap pernyataan maupun sikap yang muncul, kata dia, harus dipahami sebagai bagian dari dinamika pemerintahan yang akan dievaluasi melalui mekanisme yang berlaku.

Kapolda Kepri juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, insan pers, hingga masyarakat luas, untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Batam tetap kondusif.

“Mari kita kedepankan dialog, musyawarah, dan komunikasi yang sehat, bukan emosi, ujaran kebencian, ataupun adu domba,” katanya.

Ia menegaskan, Batam dibangun atas semangat kebersamaan. Stabilitas keamanan dan kedamaian menjadi modal utama agar pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan optimal.

“Jangan biarkan perbedaan pandangan merusak persaudaraan yang telah lama terjalin. Mari kita jaga Batam tetap aman, damai, dan harmonis. Batam kuat karena persatuan, Batam maju karena kebersamaan,” pungkasnya.

Editor : Gusti Yennosa

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network