Rute AirFish Singapura–Batam Masih Isu, Pemprov Kepri: Belum Ada Izin
BATAM, iNewsBatam.id – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menegaskan rencana pengoperasian transportasi laut berkecepatan tinggi AirFish untuk rute Singapura–Batam masih sebatas wacana dan belum pernah dibahas secara resmi di tingkat pemerintah daerah.
AirFish merupakan kendaraan laut berteknologi wing in ground effect (WIG) yang melaju rendah di atas permukaan laut dengan kecepatan tinggi dan diklaim mampu memangkas waktu tempuh Singapura–Batam hingga sekitar 25 menit.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Hasan mengatakan, hingga kini belum ada kerja sama, pengajuan, maupun permohonan perizinan dari pihak pengembang terkait rencana operasional AirFish di wilayah Kepulauan Riau.
“Yang beredar masih sebatas wacana. Sampai sekarang belum ada pembicaraan resmi dan belum ada kerja sama apa pun dengan pemerintah provinsi,” kata Hasan, Jumat (6/2/2026).
Hasan menegaskan, meskipun teknologi AirFish menawarkan kecepatan tinggi, pemerintah daerah tidak bisa langsung menindaklanjuti tanpa melalui proses resmi dan kajian mendalam. Menurutnya, moda transportasi tersebut tergolong baru dan memiliki kompleksitas regulasi yang tinggi.
“Ini bukan transportasi biasa. Aspek keselamatan, kesiapan pelabuhan, hingga regulasi lintas negara harus dikaji secara menyeluruh. Perizinannya juga cukup berat, hampir setara dengan kapal yacht,” ujarnya.
Ia memastikan Pemprov Kepri hingga saat ini belum dapat memastikan apakah AirFish dapat beroperasi di Batam maupun melayani rute internasional Singapura–Batam karena belum adanya pengajuan formal dari pengembang.
“Kalau muncul di pemberitaan, itu masih wacana. Belum ada pembahasan di tingkat pemerintah provinsi, apalagi sampai operasional,” tegas Hasan.
Meski demikian, Hasan menyebut pemerintah daerah pada prinsipnya terbuka terhadap inovasi transportasi baru, selama seluruh ketentuan regulasi dan aspek keselamatan dapat dipenuhi.
“Kalau ke depan ada pengajuan resmi, tentu akan kami kaji sesuai aturan yang berlaku. Tapi saat ini belum ada,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Ardiwinata. Ia mengatakan hingga kini layanan transportasi penumpang lintas Batam–Singapura masih sepenuhnya mengandalkan kapal feri.
“Belum ada rencana menggunakan AirFish. Operasional lintas Batam–Singapura sampai sekarang masih menggunakan ferry,” ujar Ardi.
Sebelumnya, wacana pengoperasian AirFish mencuat setelah diumumkan oleh ST Engineering AirX, perusahaan patungan antara ST Engineering dan startup Peluca, bersama operator BatamFast, dalam ajang Singapore Airshow 2026. AirFish disebut ditargetkan mulai melayani rute Singapura–Batam pada paruh kedua 2026.
Namun rencana tersebut masih menunggu persetujuan regulasi dan sertifikasi dari otoritas terkait di Indonesia maupun Singapura.
Editor : Gusti Yennosa