Romo Paschal Pertanyakan Kelanjutan Kasus Dugaan Pengancaman Guru PG Djuwita Batam
BATAM, iNewsBatam.id – Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP), Chrisanctus Paschalis Saturnus atau Romo Paschal, mempertanyakan perkembangan penanganan kasus dugaan pengancaman terhadap sejumlah guru di Sekolah Play Group (PG) Djuwita, Baloi Indah, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.
Menurut Romo Paschal, hingga kini belum ada informasi yang jelas terkait kelanjutan perkara yang sempat menjadi perhatian publik tersebut. Padahal, menurutnya, dugaan tindak pidana dalam kasus itu sudah cukup terang.
“Saya bingung juga, sampai sekarang kok enggak ada kabar. Padahal jelas itu, kan ada pengancaman,” kata Romo Paschal, Selasa (2/6/2026).
Ia mengaku telah berupaya mencari informasi baik kepada pihak sekolah maupun aparat penegak hukum. Namun, perkembangan penanganan kasus tersebut dinilai masih belum menunjukkan kemajuan yang signifikan.
“Saya juga sudah tanya ke pihak sekolah, mereka juga bilang belum ada pergerakan sampai sekarang, jalan di tempat,” ujarnya.
Romo Paschal menegaskan dirinya tidak bermaksud mencampuri proses hukum yang sedang berlangsung.
Namun sebagai pihak yang mengikuti kasus tersebut, ia berharap ada keterbukaan informasi kepada masyarakat mengenai perkembangan penanganannya.
“Kalau memang ada masalah dalam prosesnya kan bisa disampaikan. Saya cuma pengen ada transparansi,” katanya.
Menurutnya, minimnya informasi yang disampaikan kepada publik justru memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Terlebih, kasus tersebut sebelumnya sempat viral dan mendapat perhatian luas.
“Ke pihak kepolisian belum ada tanggapan. Jadi ini ada apa? Ini padahal sudah viral loh. Saya cuma pengen ada transparansi saja kasus ini,” ujarnya.
Kasus tersebut bermula dari laporan dugaan pengancaman yang dilakukan seorang orang tua murid berinisial S terhadap sejumlah guru di Sekolah PG Djuwita pada April 2026 lalu.
Dalam laporan yang disampaikan pihak sekolah, terlapor diduga melakukan intimidasi hingga mengundang puluhan orang ke lingkungan sekolah. Peristiwa itu disebut membuat sejumlah guru merasa terancam dan mengalami trauma.
Menanggapi sorotan tersebut, Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono memastikan perkara masih dalam proses penanganan.
Menurut Anggoro, saat ini penyidik tengah melaksanakan gelar perkara sebagai salah satu tahapan sebelum kemungkinan peningkatan status kasus ke tahap penyidikan.
“Dalam proses gelar perkara dan mau naik sidik. Dari gelar perkara itu nanti baru keluar hasilnya,” kata Anggoro.
Polresta Barelang memastikan proses hukum masih berjalan dan hasil gelar perkara akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Editor : Gusti Yennosa