get app
inews
Aa Text
Read Next : Alasan Polisi Tetapkan Korban Pengeroyokan Yehezkiel sebagai Tersangka

Bocah 7 Tahun Ditemukan Tewas di Kanal Golden Prawn Batam, Polisi Ungkap Kronologi

Senin, 15 Juni 2026 | 14:36 WIB
header img
Ilustrasi. (Foto: dok. iNews.id)

BATAM, iNewsBatam.id – Misteri meninggalnya MD (7), bocah yang ditemukan mengambang di perairan Kanal Golden Prawn, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, mulai terungkap. Polisi menduga korban tenggelam setelah terpeleset saat bermain di tepi perairan bersama temannya.

Kapolsek Bengkong AKP Tigor Dabariba mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan keterangan sejumlah saksi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Hasil pemeriksaan awal Tim Inafis Polresta Barelang tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat tenggelam," ujar Tigor, Senin (15/6/2026).

Peristiwa tragis itu terjadi di kawasan Kanal Golden Prawn yang masih dalam tahap pembangunan pada Minggu (14/6/2026) kemarin. Sebelum kejadian, korban diketahui datang bersama seorang temannya dengan mengendarai sepeda.

Setibanya di lokasi, kedua anak tersebut memarkir sepeda mereka lalu berjalan menuju area tepi perairan untuk bermain.

Menurut Tigor, dari hasil penyelidikan sementara, korban diduga terpeleset saat berada di pinggir kanal hingga akhirnya jatuh ke dalam air.

"Korban awalnya bermain sepeda sama temannya. Setelah memarkir sepeda di sekitar lokasi, keduanya menuju tepi perairan dan tak lama kemudian korban diduga terpeleset hingga tenggelam," katanya.

Polisi menduga teman korban yang juga masih berusia anak-anak tidak mampu memberikan pertolongan saat melihat korban tenggelam.

Kondisi panik membuat saksi kecil tersebut tidak dapat berbuat banyak ketika korban jatuh ke dalam perairan.

Keberadaan korban baru diketahui setelah seorang petugas keamanan yang melintas melihat tubuh korban mengambang di kanal.

Petugas kemudian berupaya melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan pertama. Namun nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

"Petugas keamanan sempat memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan," ujarnya.

Usai dievakuasi, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan medis. Namun pihak keluarga memutuskan menolak autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

"Usai menjalani pemeriksaan di rumah sakit, jenazah korban dipulangkan ke rumah duka karena pihak keluarga tidak bersedia dilakukan autopsi," kata Tigor.

Meski autopsi tidak dilakukan, polisi memastikan penyelidikan tetap berjalan untuk memastikan kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Polsek Bengkong juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di kawasan pesisir atau lokasi yang memiliki risiko tinggi.

Tigor menegaskan area Kanal Golden Prawn masih merupakan kawasan pembangunan dan belum diperuntukkan sebagai tempat wisata maupun lokasi bermain bagi masyarakat.

"Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama saat membawa anak-anak ke kawasan pantai. Lokasi tersebut masih dalam pembangunan dan belum menjadi area yang aman untuk aktivitas masyarakat," pungkasnya.

Editor : Gusti Yennosa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut