Kapal korban biasanya melambat karena perairan dangkal, sehingga dimanfaatkan pelaku untuk naik menggunakan pompong dan speedboat. Target utama mereka adalah suku cadang kapal yang bernilai tinggi.
Menurut polisi, komplotan ini sudah beraksi sejak 2019. Tersangka J sendiri diketahui baru keluar dari penjara atas kasus narkoba, namun kembali berulah dengan menjadi perompak.
Meski menggunakan senjata tajam dan pistol mainan untuk menakut-nakuti, polisi memastikan tidak ada kontak fisik antara pelaku dan awak kapal. Kasus ini mendapat apresiasi dari pemilik kapal hingga otoritas keamanan maritim Singapura.
"Kami masih mengejar komplotan yang ketiga, mudah-mudahan bisa segera tertangkap," pungkas Zamrul.
Editor : Gusti Yennosa
Artikel Terkait