BATAM, iNewsBatam.id – Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP) menyoroti keterlibatan ribuan pelajar dalam pawai yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam.
Kegiatan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan persepsi politis dan memunculkan polemik terkait perlindungan anak.
Ketua KKPPMP, Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus atau Romo Paschal, menyayangkan pelibatan anak-anak dalam kegiatan yang menurutnya berkaitan dengan isu nasional dan berpotensi ditafsirkan sebagai bentuk dukungan terhadap pihak tertentu.
"Anak-anak dilibatkan dalam persoalan orang dewasa dan mungkin ke ranah yang lebih politis itu sangat memprihatinkan," ujar Romo Paschal, Rabu (24/6/2026).
Menurut dia, Program Makan Bergizi Gratis saat ini merupakan isu yang menjadi perhatian publik secara nasional. Karena itu, keterlibatan anak-anak dalam kegiatan yang dikemas dalam bentuk pawai dinilai dapat menimbulkan beragam persepsi di tengah masyarakat.
"MBG menjadi masalah nasional yang sedang ramai dibahas. Ketika ada gerakan yang dibungkus dengan pawai, masyarakat bisa membaca itu sebagai gerakan yang mendukung satu pihak dan bisa dibawa ke politik mana saja," katanya.
Romo Paschal menilai, pelibatan anak dalam kegiatan semacam itu perlu mendapat perhatian serius karena berkaitan dengan prinsip perlindungan anak dan hak-hak anak yang harus dijaga oleh semua pihak.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. Selain itu, pemerintah diminta memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai latar belakang dan tujuan kegiatan tersebut.
"Saya berharap tidak akan terulang lagi dan pemerintah harus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Sampai viral dan seluruh Indonesia tahu ada anak-anak membawa spanduk MBG, itu menjadi perhatian publik," ujarnya.
KKPPMP juga meminta Pemerintah Kota Batam memberikan klarifikasi agar polemik yang berkembang di tengah masyarakat tidak semakin meluas.
Menurut Romo Paschal, penjelasan resmi dari pemerintah diperlukan untuk memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat sekaligus menjaga citra Kota Batam.
"Wali Kota Batam harus menjelaskan mengapa itu bisa terjadi dan memberikan klarifikasi kepada masyarakat. Jangan sampai Batam menjadi sorotan nasional terkait masalah perlindungan anak," katanya.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program nasional yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya peserta didik.
Namun, pelaksanaan dan bentuk sosialisasi program tersebut belakangan menjadi perbincangan publik setelah munculnya pawai yang melibatkan ribuan pelajar di Batam.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Batam terkait kritik dan permintaan klarifikasi yang disampaikan KKPPMP.
Editor : Gusti Yennosa
Artikel Terkait
