BATAM, iNewsBatam.id – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, angkat bicara terkait polemik pawai dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan ribuan pelajar dan menuai kritik dari sejumlah pihak.
Amsakar mempertanyakan penggunaan istilah eksploitasi anak yang disematkan terhadap kegiatan tersebut.
Menurutnya, tudingan eksploitasi tidak bisa disimpulkan begitu saja tanpa melihat secara utuh fakta dan konteks kegiatan yang berlangsung. Ia menilai istilah tersebut memiliki makna yang serius dan cenderung berkonotasi negatif.
"Eksploitasi seperti apa? Eksploitasi itu konotasinya selalu negatif. Kita sampai pada kesimpulan eksploitasi ada seperti apa. Gejala-gejala eksploitasi itu kalau ada diskriminasi atau perlakuan tertentu. Di mana eksploitasi itu?" kata Amsakar saat dimintai tanggapan, Rabu (24/6/2026).
Amsakar mengaku belum memperoleh laporan lengkap mengenai kegiatan yang menjadi sorotan publik tersebut.
Namun berdasarkan informasi yang diterimanya dari Sekretaris Daerah Kota Batam, beberapa hari sebelum kegiatan berlangsung sempat digelar pertemuan yang melibatkan para kepala sekolah dan guru.
Dalam pertemuan itu, salah satu pembahasan yang mencuat berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini menjadi salah satu program nasional pemerintah.
"Demo itu coba dibicarakan lagi sama Pak Kadisdik. Saya tidak dapat informasi terkait hal itu, tetapi dari Pak Sekda ada laporan beberapa hari sebelum hari H ada rapat dengan para guru dan salah satu pembahasannya tentang MBG dengan kepala sekolah," ujarnya.
Amsakar juga menilai perbedaan pandangan terhadap suatu kebijakan pemerintah merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan demokrasi. Menurut dia, setiap program pemerintah hampir selalu memunculkan kelompok yang mendukung maupun yang menolak.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak terburu-buru memberikan penilaian tanpa memahami keseluruhan konteks kegiatan yang berlangsung.
"Ada yang setuju dan ada yang tidak setuju karena polarisasi itu memang selalu ada, terutama di media sosial. Seluruh kebijakan yang dibuat pemerintah pasti ada yang pro dan kontra," katanya.
Saat ditanya mengenai adanya orasi dalam kegiatan tersebut, termasuk dugaan keterlibatan anggota DPRD dalam menyampaikan pidato di hadapan peserta pawai, Amsakar belum memberikan komentar lebih jauh.
Ia mengatakan akan terlebih dahulu meminta penjelasan dari Dinas Pendidikan Kota Batam untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut.
"Sudah tema yang lain saja. Saya coba dalami lagi sama Disdik ya," ucapnya.
Pawai dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis sebelumnya menjadi perhatian publik karena melibatkan ribuan pelajar.
Sejumlah pemerhati anak dan organisasi masyarakat sipil menyoroti kegiatan tersebut serta mempertanyakan keterlibatan anak-anak dalam kegiatan yang dinilai memiliki muatan dukungan terhadap program pemerintah.
Editor : Gusti Yennosa
Artikel Terkait
