get app
inews
Aa Text
Read Next : Dari Bandara Soekarno-Hatta hingga Penetapan Tersangka, Ini Jejak Kasus Pesparawi Kepri

Viral Kontingen Pesparawi Kepri Terlantar, LPPD Klaim Sudah Bayar Tiket Rp1,016 Miliar ke Travel

Senin, 29 Juni 2026 | 12:16 WIB
header img
Ketua LPPD Kepulauan Riau, Jumaga Nadeak, memberikan keterangan terkait viralnya kontingen Pesparawi Kepri yang terlantar di Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: Yude/iNews.id)

BATAM, iNewsBatam.id – Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Kepulauan Riau akhirnya buka suara terkait viralnya kontingen Paduan Suara Wanita (PSW) Kepri yang terlantar di Bandara Soekarno-Hatta hingga gagal tampil pada ajang Pesparawi Nasional di Manokwari, Papua Barat.

Ketua LPPD Kepri, Jumaga Nadeak, menegaskan pihaknya telah melunasi pembayaran tiket pesawat pulang-pergi senilai Rp1.016.300.000 kepada PT Riski Efanti Bersaja, biro perjalanan yang ditunjuk untuk mengurus keberangkatan 68 anggota kontingen.

"Kami sudah membayar lunas tiket pulang-pergi. Bukti transfer dan kwitansi pembayaran ada. Jadi bukan karena LPPD tidak membayar," kata Jumaga saat memberikan keterangan kepada wartawan di Batam, Senin (29/6/2026).

Menurut Jumaga, persiapan keberangkatan telah dilakukan sejak Januari 2026. Tiket sengaja dipesan lebih awal karena diperkirakan harga penerbangan menuju Papua akan terus meningkat.

Setelah anggaran dari pemerintah daerah dicairkan pada Mei 2026, LPPD langsung mentransfer dana lebih dari Rp1 miliar kepada pihak travel. Selanjutnya, biro perjalanan menyerahkan dokumen perjalanan yang diyakini sebagai tiket resmi sehingga panitia menganggap seluruh proses keberangkatan telah selesai.

Masalah baru terungkap ketika 11 anggota tim pendahulu dijadwalkan berangkat pada 18 Juni 2026. Saat hendak melakukan proses check-in, mereka justru dinyatakan tidak memiliki tiket yang dapat digunakan sehingga gagal terbang.

LPPD kemudian melakukan pengecekan langsung kepada maskapai. Dari hasil penelusuran diketahui data pemesanan memang sudah dibuat, namun pembayaran tiket belum pernah diselesaikan oleh pihak travel.

"Saat kami cek ke maskapai, booking memang ada, tetapi statusnya belum dibayar. Di situlah kami mengetahui ada masalah," ujarnya.

Setelah mengetahui persoalan tersebut, seluruh pengurus LPPD mengaku langsung berupaya mencari solusi agar kontingen tetap bisa berangkat ke Manokwari.

Karena keterbatasan kursi penerbangan menuju Papua, peserta akhirnya diberangkatkan secara bertahap menggunakan beberapa maskapai dengan jadwal berbeda. Proses pemulangan ke Batam pun dilakukan secara bergelombang.

Jumaga mengaku selama penanganan persoalan itu dirinya memilih tidak banyak memberikan keterangan kepada media karena seluruh fokus pengurus diarahkan untuk memastikan peserta dapat tiba di lokasi dan kembali ke Batam dengan selamat.

"Saya tidak menjawab media saat itu karena fokus kami bagaimana peserta yang tertahan bisa sampai ke Manokwari," katanya.

Sebelumnya, kisah kontingen Kepri menjadi perhatian publik setelah sejumlah peserta mengunggah video di TikTok yang memperlihatkan rombongan berpindah-pindah konter maskapai untuk mencari kepastian keberangkatan menuju Manokwari.

Dalam unggahan tersebut, peserta mengaku hanya menerima janji dari pihak travel. Mereka juga menyebut sejumlah maskapai sebenarnya bersedia menunggu proses pelunasan tiket, namun hingga batas waktu keberangkatan pembayaran tidak kunjung dilakukan sehingga rombongan gagal terbang sesuai jadwal.

Akibat keterlambatan tersebut, Tim Paduan Suara Wanita Kepri tidak dapat mengikuti perlombaan pada ajang Pesparawi Nasional.

Jumaga memastikan seluruh anggota kontingen kini telah kembali ke Batam. Ia juga menegaskan LPPD akan menempuh jalur hukum terhadap pihak travel serta berupaya mengembalikan dana yang telah dibayarkan karena berasal dari anggaran pemerintah.

Editor : Gusti Yennosa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut